Lombok Utara Alokasikan Anggaran WUB Rp70 Miliar

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar. (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp70 miliar untuk program Pencetakan 10.000 Wirausaha Baru (WUB) selama lima tahun.

“Anggaran program WUB tersebut dua kali lipat lebih besar dari anggaran yang kita rencanakan awalnya sebesar Rp30 miliar. Wujud bantuannya memang dalam bentuk barang,” kata Bupati Lombok Utara, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Senin.

Mengilas balik beberapa tahun lalu, Najmul menyebutkan bahwa dulu pemerintah pernah merencanakan pencetakan WUB dengan pemberian dana bantuan Rp3 juta per wirausaha baru.

Pihaknya kemudian mengalokasikan anggaran belasan miliar rupiah untuk satu tahun. Tapi setelah dianggarkan, muncul persoalan baru dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri yang isinya pemberian bantuan tidak diperbolehkan dalam bentuk uang.

Opsi yang diperkenankan, yaitu bantuan hanya boleh diberikan dalam bentuk barang.

“Maka kemudian saya kumpulkan semua kepala dinas memberikan penjelasan agar tidak melanggar aturan walaupun sebetulnya kita sudah usahakan. Maka, solusinya kita harus cari cara lain,” ujarnya.

Solusi yang diambil, kata Najmul, adalah pemerintah daerah menyerahkan bantuan dalam bentuk barang. Di antara jenis-jenis barang yang diberikan kepada masyarakat lewat program WUB tersebut termasuk alat-alat pertanian guna menindaklanjuti usaha-usaha pertanian masyarakat.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut, pembelian mesin, alat-alat pertanian dan barang-barang lainnya merupakan reflikasi dari program WUB. Sehingga bantuan diberikan berupa bibit ayam dan sebanyak 16 ribu stup madu menelan biaya Rp14 miliar.

Dengan anggaran belasan miliar rupiah tersebut mampu menjangkau lebih dari 10 ribu target WUB yang ditetapkan.

“Azas masyarakat yang menerima bantuan barang sudah melebihi 25 ribu orang, termasuk yang kita serahkan kepada bapak-bapak kelompok tani,” ucap Najmul.

Lebih lanjut, kata dia, dengan memberi bantuan barang, ternyata anggaran yang dihabiskan di Dinas Pertanian saja sudah lebih dari Rp45 miliar. Angka tersebut sudah melebihi dari target anggaran untuk program WUB sebesar Rp30 miliar.

Barang-barang yang dibeli dengan anggaran tersebut semuanya sudah diberikan kepada masyarakat. Belum lagi di dinas-dinas lain dengan jumlah pagu anggaran lebih besar, yakni sekitar Rp60 hingga Rp70 miliar.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya, terutama para kelompok tani.

“Jangan kita anggap pertanian itu bukan usaha, usaha dalam arti meningkatkan penghasilan,” kata Najmul. (Ant)