Loteng Kewalahan Kejar Vaksinasi 70 Persen Penduduk

Seorang warga saat disuntik vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) –Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi prioritas percepatan vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan tuan rumah gelaran World Superbike (WSBK) pada November mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, Lalu Firman Wijaya, Senin (4/10) mengatakan target 70 persen vaksinasi untuk herd immunity atau kekebalan kelompok diharapkan bisa tercapai paling lama 4 Oktober mendatang. Dengan begitu WSBK bisa sukses terselenggara di NTB.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, kita optimis target tersebut akan tercapai,” ujarnya.

Namun, berdasarkan data cakupan vaksinasi Covid-19 Provinsi NTB per 4 Oktober 2021, capaian dosis pertama vaksinasi untuk Lombok Tengah baru 65,18 persen atau 500.409 jiwa dari sasaran 767.700 jiwa. Sementara dosis kedua sebesar 10,73 persen atau 82,407 jiwa. Sedangkan dosis ketiga yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan capaiannya sebesar 59,85 persen atau 1.705 jiwa.

Melihat angka tersebut, target 70 persen gagal tercapai hingga 4 Oktober. Terlebih penambahan jumlah masyarakat yang mengikuti hanya sekitar 1,44 persen dibanding data yang tercatat pada 3 Oktober, yaitu 63,74 persen.

Dikatakan Firman, pemerintah sudah melakukan laju percepatan vaksinasi secara optimal. Bahkan dengan vaksinasi berbasis desa serta sistem door to door. Data vaksinator juga menunjukkan rata-rata warga yang ada di desa sudah tervaksinasi.

Hanya saja, tantangan yang dihadapi pihaknya adalah target 70 persen capaian herd immunity yang dirasa terlalu besar. Apalagi jika dihitung berdasarkan populasi penduduk Lombok Tengah yang mencapai 767.700 jiwa.

Kondisi di lapangan, menurut Firman, banyak warga Loteng yang menjadi pekerja migran Indonesia). Begitu pula dengan warga yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. “Itu angkanya besar. Kemudian ada juga yang meninggal dan komorbid,” imbuhnya.

Atas dasar itulah, dia telah meminta kepada para camat hingga ke tingkat desa untuk memvalidasi berapa jumlah sebenarnya warga yang ada di masing-masing desa dan kelurahan. Sampai dengan akhir pekan kemarin, sudah ada 11 kecamatan yang sudah menyerahkan data tersebut.

“Itu yang kita tunggu sampai semua kecamatan selesai. Setelah itu kita akan sampaikan data ini ke Pak Kapolda, Danrem dan juga Pak Gubernur melalui Pak Bupati,” imbuhnya. Adapun stok vaksin, lanjut Firman, masih mencukupi untuk semua sasaran yang akan dicapai.