Lotim Gencarkan Vaksinasi Terhadap Siswa

Proses vaksinasi di SMAN 1 Pringgasela, Sabtu (16/10/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Upaya percepatan capaian vaksinasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus digenjot. Untuk itu, Pemda Lotim bekerjasama dengan sekolah melaksanakan vaksinasi terhadap siswa-siswi usia 12 tahun ke atas.

Proses vaksinasi siswa antara lain dilaksanakan di SMAN 1 Pringgasela, Sabtu (16/10). Program tersebut merupakan kerjasama Dikes Lotim melalui Puskesmas Pringgasela dengan Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 1 Pringgasela yang didukung TNI-Polri.

“Kali ini kita laksanakan vaksinasi di sekolah untuk mengejar herd immunity di Lotim,” ucap Hayadin, Kepala Puskesmas Pringgasela saat ditemui Inside Lombok, Sabtu (16/10).

Pelaksanaan vaksinasi di sekolah sudah dilaksanakan pihak Puskesmas Pringgasela di tiga sekolah, yakni di SMAN 1 Pringgasela dan dua lainnya dilaksanakan di yayasan.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi di sekolah, kita sudah siapkan 3000 lebih dosis vaksin. Sementara untuk di SMAN 1 Pringgasela kami membawa 700 dosis lebih dari jumlah siswa sebanyak 665,” katanya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pringgasela, Taufik Fansuri berterima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan vaksinasi di SMAN 1 Pringgasela. Rata-rata siwa binaannya saat ini baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama dari jumlah 665 siswa.

“Kalau guru hampir semuanya telah mendapat vaksin dosis kedua, dan hari ini rata-rata siswa telah mendapat vaksin dosis pertama,” ucapnya.

Ketua PMR SMAN 1 Pringgasela, Yusnida Arliningsih menyampaikan, pihaknya telah lama menginginkan adanya vaksinasi di sekolah terhadap para siswa, beruntung berkat hasil koordinasi dengan sekolah dan Dikes Lotim, akhirnya vaksinasi di sekolah bisa dikakukan dan dirangkaikan dengan pelantikan anggota baru organisasinya.

“Alhamdulillah terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya vaksinasi di sekolah ini,” katanya.

Dengan pelaksanaan vaksinasi ini, Yusnida berharap pelaksanaan belajar di sekolah bisa kembali normal seperti sebelumnya. Sehingga pelaksanaan belajar mengajar bisa lebih efektif dan efisien.