Lotim Usulkan 103 Binaan Petani Lobster Mendapat Bantuan Jaring Apung

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dalam membantu para binaan petani lobster, Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur mengusulkan 103 kelompok binaan budidaya keramba untuk mendapatkan jaring apung dari Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya , I Gusti Ngurah Putu Utama mengatakan pihaknya saat ini sedang mengusulkan 103 binaan petani lobster yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jerowaru dan Keruak.

“Kita usulkan 103 binaan petani lobster kepada pemerintah pusat untuk menerima bantuan Jaring apung, ” ujarnya, di Selong, Senin (20/07/2020).

Ditegaskannya, bahwa pihaknya hanya mengusulkan nama para penerima bantuanbantuan. Tidak ada wewenang pihaknya dalam menentukan penerima bantuan tersebut.

“Kita hanya mengusulkan, setelah itu wewenang pusat yang menentukan,” cetusnya.

Adapun untuk budidaya lobster pasir dapat dijual dalam berupa benih jika beratnya lebih dari 150 gram. Sedangkan untuk lobster mutiara bisa dijual ketika berukuran 200 gram lebih.

“Peraturan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengolahan Lobster Kepiting dan Rajungan di Wilayah Indonesia,” tegasnya.

Berdasarkan nama para petani binaan lobster yang diusulkan untuk menerima bantuan jaring apung, saat ini sedang menunggu proses verifikasi dari pemerintah pusat.

Ia berharap agar semua kelompok binaan yang diusulkan tersebut, mendapatkan bantuan jaring apung sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan budidaya.

“Lobster saat menjadi prioritas utama bagi para petani budidaya di Lotim maupun Indonesia, hal ini dikarenakan budidaya lobster tersebut lebih menjanjikan,” pungkasnya.