Mahasiswa dan DPRD Lotim Kompak Tolak Legalisasi LGBT

116
Mahasiswa saat demonstrasi di Kantor DPRD Lotim, Selasa (28/06/2022). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM NTB Raya menggelar demonstrasi menolak pelegalan LGBT di Indonesia. Demonstrasi dilakukan di depan Kantor DPRD Lombok Timur, Selasa (28/6).

“LGBT ini selalu berlindung di bawah HAM. Namun yang perlu diketahui adalah kebebasan di Indonesia dibatasi oleh ketuhanan yang maha esa,” ucap Jundi Arzaki selaku koordinator umum aksi.

Pihaknya mengakui, dasar hukum yang mengatur pelarangan LGBT secara spesifik di Indonesia memang tidak ada. Namun menyetujui legalisasi LGBT juga dinilai pihaknya bertentangan dengan dasar negara, yakni Pancasila.

Massa menolak segala upaya dialektika pelegalan LGBT di Indonesia, sehingga mahasiswa terus menyuarakan penolakan agar tidak bertentangan dengan Undang-undang dan adab berketuhanan yang ada di Indonesia.

“Kami menolak tegas upaya pelegalan LGBT ini dengan segala bentuk upaya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori menegaskan bahwa LGBT tidak boleh ada di Indonesia dan ia mengapresiasi serta mendukung mahasiswa untuk terus bersuara tentang anti pelangi di Indonesia.

“Kita sama-sama sepakat kalau LGBT di Indonesia bahkan di daerah kita sendiri, itu kita haramkan,” tegasnya saat menanggapi tuntutan massa.

Daeng juga mengajak massa untuk mendukung adanya peraturan daerah (Perda) yang khusus mengatur tentang penolakan LGBT di Lotim. Ia juga meminta agar mahasiswa terus menggaungkan penolakan tersebut.

“Walaupun tidak ada Undang-undang dan turunannya yang mengatur tentang itu, tapi kita di Lotim harus membuat itu,” ungkapnya. Daeng pun meminta kepada massa aksi agar masif menyuarakan penolakan dengan berbagai cara, terlebih dengan memanfaatkan media sosial. (den)