Manfaatkan Kantong Kresek Jadi Lapisan Aspal Hotmix

32
Ilustrasi kantong kresek (Image Source : CNN Indonesia)

Mataram (Inside Lombok) – Belum adanya pangsa pasar untuk sampah plastik seperti kantong kresek menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk itu, ke depan kantong kresek dicanangkan menjadi lapisan aspal untuk jalan hotmix.

“Untuk (kantong) kresek kita akan melakukan pemilahan. Kresek ini akan menjadi bahan campuran aspal hotmix. Jadi kapan akan dibeli, tergantung dari pengerjaan jalan baru yang menggunakan hotmix,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam, Jumat (12/8) di Mataram.

Ia mengatakan, penggunaan bahan plastik sebagai pelapis aspal ini merupakan instruksi dari Kementerian PUPR. Nantinya kontraktor yang akan melakukan pengerjaan jalan, harus membeli sampah plastik sebagai bahan tambahan aspal.

“Diinstruksikan kepada kontraktor yang pemenang tender pembangunan jalan membeli plastik-plastik sebagai lapis hotmix. Ini dari kementerian PU yang punya program. Sudah selesai dari kajian,” katanya.

Dengan adanya program tersebut, masyarakat diminta untuk mengumpulkan kantong plastik. Karena jenis sampah tersebut sangat susah terurai. “Tidak dibuang. Karena sampah ini tidak bisa terurai. Itu harapannya,” ucap Kemal.

Saat ini, tambah Kemal, Dinas LH Kota Mataram juga sudah mulai mengumpulkan sampah kantong plastik. “Sampah plastik di TPS-TPS sudah kita kumpulkan. Siapa tahu nanti ada yang beli. Kita simpan saja dulu,” ujarnya.

Sementara terkait dengan harga, untuk saat ini belum diketahui secara pasti. Pasalnya, penjualan dan pangsa pasar khusus untuk kantong plastik masih belum banyak. “Kita belum tahu harganya. Nanti setelah ada informasi mengenai pembelian dari kontraktor yang mengerjakan jalan baru kita tahu,” ungkapnya.

Untuk sampah plastik yang lain seperti botol sudah banyak yang membeli. Kota Mataram diminta untuk menyiapkan 5 ton sampah plastik dalam sehari yang akan diolah kembali. Namun Dinas LH Kota Mataram mengaku belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Tidak mungkin kita bisa penuhi kecuali, kita kumpulkan dari pengepul yang ada bisa saja. Tapi pengepul ini kan sudah ada tempat kerjasamanya. Lain pengepul lain bosnya. Ini dia minta dari pemerintah kota,” kata Kemal.

Sebelumnya, Pemkot Mataram sudah melakukan koordinasi dengan para pengepul sampah plastik. Namun mereka mengaku tidak bisa memenuhi permintaan pemda Kota Mataram. “Sudah membangun komunikasi para pengepul. Sekarang kita bangun komunikasi dengan yang ada dibawahnya Dinas LH yaitu penanggung jawab TPS,” pungkasnya. (azm)