Manfaatkan Momen, Penjual Topat di Kelurahan Punia Raup Omzet Rp4 Juta Sehari

181
Pedagang ketupat di jalan Airlangga Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Warga Punia Kota Mataram memanfaatkan momen lebaran topat untuk menjual berbagai jenis menu lokal. Kesempatan ini dimanfaatkan setiap Idulfitri, lebaran topat dan Iduladha. Pasalnya, omzet yang diperoleh mencapai jutaan rupiah.

Salah seorang pedagang di jalan Airlangga Kota Mataram, Anisah, Senin (9/5) di Mataram mengatakan, jualan aneka menu khas lebaran ini sudah dilakukan oleh warga Punia Kota Mataram cukup lama. Namun hanya dua hari, yaitu sehari sebelum perayaan dan di hari h lebaran topat.

“Kalau hari-hari biasanya tidak jualan. Ini saja dah pas lebaran topat, lebaran haji dan Idulfitri. Kalau pendapatan tergantung jualan. Misal kalau banyak itu bisa sampai Rp3-4 juta per hari,” jelas Anisah. Menurutnya, Kelurahan Punia memang dikenal sebagai salah satu kampung yang menjajakan menu lokal setiap lebaran.

Masyarakat yang tidak sempat membuat menu lebaran biasanya membeli kebutuhannya di Kelurahan Punia. Karena salah satu kelurahan di Kota Mataram tersebut dikenal sebagai lokasi wisata kuliner lokal.

Untuk harga sendiri masih sangat terjangkau, yaitu untuk satu porsi ketupat, sayur, daging dijual Rp15-20 ribu. Sedangkan untuk pembeli yang hanya ingin membeli ketupatnya saja yaitu Rp15 ribu per lima biji. Sementara untuk kue bantal atau panganan yang terbuat dari ketan dan dibungkus dengan daun kelapa juga sama yaitu Rp15 ribu per lima biji.

“Itu harganya nanti tergantung dari menu yang dipilih. Misalnya ketupat, ayam, sayur apa yang pilih dah,” katanya.

Menurut Anisah, jumlah pembeli tahun ini menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Karena banyak warga Kota Mataram yang mudik. Sementara dua tahun terakhir selama pandemi Covid-19, pembeli yang datang cukup banyak.

“Kadang kita buat 10-15 kilogram kalau ramai. Agak kurang tahun ini karena banyak yang pulang mudik. Kalau tahun lalu ramai kan mereka tidak pulang kan,” katanya.

Para pedagang ketupat di sepanjang jalan Airlangga mulai beroperasi pukul 07.00 pagi hingga menu yang disiapkan habis terjual. “Kalau cepat habis ya cepet kita tutup,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli asal Lombok Barat, Baiq Dewi mengatakan penjualan menu lokal pada lebaran di Kelurahan Punia sudah diketahui oleh masyarakat luas. Penjualan setiap lebaran ini disebut cukup membantu masyarakat yang tidak sempat memasak.

“Ini sangat membantu, apalagi untuk PNS atau ibu-ibu pekerja yang tidak sempat memasak. Jadi lebih praktis untuk membeli. Untuk rasanya juga sangat enak,” ungkapnya.

Sementara untuk masalah harga sendiri ujarnya, sangat terjangkau dan tidak terlalu mahal. “Ini saya dari Narmada beli ke sini, nanti ada acara di kantor. Jadi sangat membantu dah,” pungkasnya. (azm)