Masjid Al-Amanah Embung Papak Selong Jadi Terbaik Kampung Sehat

Aktivitas sholat berjamaah di Masjid Al-Amanah Embung Papak Selong dengan protokol kesehatan, di Selong, Selasa (09/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Masjid Al-Amanah Embung Papak, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), berhasil jadi yang terbaik dalam Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Berbasis Masjid tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menanggapi hal tersebut, salah seorang Pengurus Majid Al-Amanah Embung Papak Selong, Lalu Ahmad Kariawan mengatakan, para jamaah masjid dan pengurus tentunya merasa bangga dengan juara yang diraih oleh Masjid Al-Amanah Selong.

Ia mangatakan bahwa segala protokoler kesehatan yang diterapkan di masjid bukan semata-mata karena lomba. Akan tetapi kesadaran jamaah dan pengurus akan protokol kesehatan sudah terjaga.

“Bagaimana disini kami menyediakan tempat ibadah yang aman dan nyaman untuk para jamaah agar terhindar dari Covid-19,” ujarnya saat ditemui di Masjid Al-Amanah Selong, Senin (09/11) seusai sholat dzuhur.

Tidak salah jika masjid Al-Amanah ini menjadi masjid terbaik dalam Lomba Kampung Sehat Nurut Tatan Baru 2020 yang diselenggarakan oleh Polda NTB tersebut. Pasalnya semua aktifitas di masjid ini sangat dijaga dengan protokol Kesehatan yang ketat, mulai dari tempat cucu tangan, hand sanitizer, serta jaga jarak yang tetap diterapkan.

Saat dipertanyakan bagaimana cara untuk tetap istiqomah dalam penerapan protokol kesehatan? Ia mengatakan bahwa kesadaran para jamaah dan para pengurus adalah kunci dari istiqomahnya penerapan protokol kesehatan di masjid ini.

“Dulu menang kita berawal dari tekanan dalam melaksanakan protokol kesehatan ini. Akan tetapi sekarang tekanan tersebut berubah menjadi kesadaran, itu yang paling penting,” katanya.

Begitu ketatnya protokol kesehatan di masjid ini hingga siapa saja jamaahnya yang tidak menggunakan masker langsung diminta pulang untuk mengambil maskernya. Untuk hand sanitizer pun di masjid ini berada hampir di setiap pilar.

“Semuanya sudah kita sediakan, hand sanitizer pun tetap kami sediakan tanpa memberikan wadahnya kosong. Total 20 liter hand sanitizer kami habiskan per minggu,” imbuhnya.

Semua perlengkapan protokol kesehatan ini disiapkan dari swadaya jamaah dan pengurus tanpa adanya sentuhan dari pemerintah. Dari kesadaran tersebut para jamaah dan pengurus juga tetap membantu pendanaan dengan swadaya untuk tetap diberlakukannya protokol kesehatan di masjid ini.

“Kesadaran kunci utama untuk penerapan protokol kesehatan ini,” tutupnya.