Mataram Sediakan Layanan Pemeriksaan COVID-19 Bagi Pengemudi Angkutan

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 bagi pengemudi angkutan umum.

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Rabu, mengatakan pemerintah sudah menyurati perusahaan taksi dan penyedia angkutan umum untuk menggerakkan pengemudinya menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Mataram.

“Dalam sehari, kami menyiapkan kuota 50 orang per satu perusahaan angkutan umum untuk mendapatkan pelayanan rapid test gratis guna mempercepat penelusuran klaster lokal di kota ini,” katanya.

Ia mengatakan layanan pemeriksaan gratis bagi pengemudi angkutan umum sudah mulai disediakan pada Rabu, namun belum banyak yang menggunakannya.

“Dari beberapa perusahaan angkutan umum online yang kami surati seperti Gojek, Grab, dan Taksi Blue Bird, yang datang belum 50 orang itu pun baru dari sopir taksi. Sementara ojek online belum ada,” katanya.

Swandiasa sebelumnya mengatakan bahwa menurut hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat ada enam sopir taksi dari perusahaan Blue Bird Mataram yang terindikasi terserang COVID-19.

“Dari 34 sopir taksi yang sudah melakukan rapid test COVID-19, 6 di antaranya dinyatakan reaktif, sedangkan sisanya non-eaktif,” katanya mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan di RSUD Kota Mataram.

Sesuai prosedur yang berlaku, ia mengatakan, sopir taksi yang terindikasi terserang virus corona harus menjalani isolasi di Wisma Nusantara atau gedung LPMP NTB.

Gugus Tugas akan meminta pengelola Blue Bird mengistirahatkan sementara sopir yang terindikasi terserang COVID-19. (Ant)