Melebihi Target, Pendapatan PDAM Giri Menang Selama 2020 Sebesar Rp147,5 Miliar

Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, H. Lalu Ahmad Zaini, saat ditemui di kantor PDAM Giri Menang di Mataram. Selasa (29/12/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ditengah pandemi yang terjadi saat ini, PT Air Minum Giri Menang mengklaim kinerjanya telah melampau target, sebesar 1,7 persen pada tahun 2020 ini.

Di mana target anggaran pendapatan untuk tahun ini telah ditetapkan sebesar Rp 144,9 miliar. Dengan capaian realisasi sebesar Rp 147,5 miliar. Sehingga diakuinya itu telah melampau target yang telah ditetapkan. Dengan jumlah peningkatan sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang targetnya sebesar Rp 132 miliar.

“Kalau dari sisi biaya, kita hanya bisa merealisasikan biaya itu 99 persen, jadi kan pembiayaannya masih di bawah batas target tahun ini” ungkap Direktur Utama PDAM Giri Menang, H. Lalu Ahmad Zaini, saat dikonfirmasi di Mataram, Selasa (29/12/2020).

Sehingga dari sisi target keuntungan pada anggaran tahun ini sebesar Rp 29,1 miliar. Namun PDAM justru dapat meraup keuntungan melebihi itu, yakni sebesar Rp 31,8 miliar. Di mana terdapat peningkatan yang dicapai sebesar Rp 2,6 miliar dari target yang telah ditetapkan.

“Jika itu dibandingkan dengan realisasi tahun 2019, itu ada peningkatakan sebesar 4,5 persen” akunya.

Hal itu pun disebutnya turut berpengaruh terhadap penambahan laba.
Karena sudah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Sementara untuk pembiayaan, diakuinya bahkan tidak sampai pada angka 100 persen pada batas target yang telah dipasang.

Oleh karenanya, Zaini menegaskan bahwa besaran subsidi yang telah diberikan PDAM terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)  dan digratiskannya subsidi air bersih untuk tempat ibadah, itu dinilai tidak berpengaruh terhadapat target pembiayaan yang telah dipatok.

“Dari pencapaian ini, kalau kami memasukkan dengan nilai subdisi selama tiga bulan yang kami berikan kepada pelanggan MBR dan semua tempat ibadah digratiskan, tentu realisasinya lebih dari itu” tandasnya.

Selain itu, target pelanggan untuk tahun ini dipasang sebesar 150.000 pelanggan. Dengan penambahan jumlah pelanggan sebesar  5.831.

“Rata-rata pertambahan pelanggan ini datang dari perumahan. Karena mayoritas palayan kita ada di perumahan. Kalau hotel dan tempat hiburan itu kan sesuai dengan laju ekonomi” tutup Dirut PDAM Giri Menang ini.

Hermansyah, selaku konsultan dalam penerapan sistem anti suap (ISO 37001) juga menyebutkam keberhasilan PDAM Giri Menang dalam meraih sertifikasi ISO 37001 2016. Yang merupakan sistem manajemen anti penyuapan. Di mana dalam hal ini, PDAM Giri Menang Menjadi satu-satunya di Indonesia bagian timur yang menerapakan itu.

“Ini diterapkan di perusahaan yang ingin  memastikan perusahannya tidak ada kecurangan, baik itu terkait korupsi, masalah aset, atau oun manipulasi data dan sebagainya” jelasnya.

Sehingga manfaatnya dapat dipastikan bahwa pekerja di perusahaan tersebut bebas dari suap, baik yang dilakukan oleh konsumen maupun investor. Hal tersbeut, diakuinya untuk memastikan perusahaan tersebut memiliki integritas.

“Ini untuk menghindari, ketika kesalahan itu dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, berkelanjutan, seringkali, itu justru dianggap benar” imbuhnya.

Sehingga dengan sistem ISO tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi risiko-risiko semacam itu yang bisa saja terjadi di tiap bagian.

“PDAM Giri Menang ini berkeyakinan dengan menerapkan ISO 37001 ini, semua itu tidak akan terjadi. Semuanya jadi profesional, jadi akibatnya masyarakat bisa memberi kepercayaan” bebernya.