Menangis Saat Perpisahan, Suhaili Akui Belum Maksimal Bangun Lombok Tengah

Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT menangis saat menyampaikan pidato perpisahan, Selasa (16/2/2021) malam. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Jabatan Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT dan Wakil Bupati, H. Lalu Pathul Bahri resmi berakhir pada Rabu, 17 Februari 2021.

Dalam acara pelepasan dua pemimpin daerah Lombok Tengah yang digelar Selasa (16/2/2021) malam di Pendopo Bupati, Suhaili tidak mampu menahan rasa sedihnya. Bupati dua periode tersebut bahkan menitikkan air mata.

“Saya menangis bukan karena akan meninggalkan posisi jabatan sebagai Bupati. Tapi karena di ujung waktu semakin terlihat deretan ketidakberhasilan saya,”ujar Suhaili di depan Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Darah dan jajaran kepala dinas yang hadir.

Dia mengaku sangat menyayangkan tidak bisa memanfaatkan waktu sepuluh tahun sebagai kepala daerah untuk maksimal membangun Lombok Tengah.

“Itu sangat saya sesalkan. Tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menjadi pelayanan masyarakat. Karena kesempatan yang sama tidak bisa diulangi lagi,”katanya dengan terisak.

Karena itu, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum bisa membangun Lombok Tengah seperti yang diharapkan masyarakat.

Selain itu, Suhaili berpesan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lombok Tengah untuk lebih peka lagi terhadap persoalan yang ada di tengah masyarakat.

“Jangan berbangga dengan capaian yang ada yang bisa membuat lupa terhadap berbagai kekurangan yang ada,”tandasnya.

Menurut dia, kemajuan Lombok Tengah saat ini masih sangat jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. Selama sepuluh membangun Lombok Tengah disadari kalau pemerintah di bawah kepemimpinannya baru menentukan tujuan arah pembangunan saja.

“Belum ada yang dirasakan oleh masyarakat. Ini menjadi tantangan. Saya malam-malam buka medsos. Melihat keluhan masyarakat dan langsung saya forward ke dinas teknis,”katanya.

Dia juga mengatakan kalau dalam empat hari terakhir ini kondisi fisiknya sedang kurang sehat. Namun, dia dan Anggota Forkompinda berkeliling ke semua kecamatan untuk mengucapkan permintaan maaf dan salam perpisahan kepada masyarakat.

“Ini karena faktor pikiran yang ada. Tapi saya bukan menyesali. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Hal itu kami sadari. Sehingga atas nama pribadi saya, keluarga, anak, istri memohon maaf yang sebesar-besarnya,”katanya.

“Mungkin karena keluarga yang sok menjadi keluarga Bupati untuk kepentingan diri dan keluarganya yang mungkin menjadi andil penyebab kebobrokan Lombok Tengah saya sampaikan maaf yang sebesar-besarnya,”katanya lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyampaikan, selama sepuluh tahun memimpin Lombok Tengah, Suhaili sudah mampu membawa banyak perubahan bagi Lombok Tengah.

“Di antaranya adalah pembangunan sektor pariwisata, pasar yang bagus, puskesmas rata-rata lantai dua. Beliau juga sangat sayang anak yatim. Setiap ada kegiatan Pemda selalu dihadirkan anak yatim,”imbuhnya.

Karena itu, dia berharap Suhaili bisa meneruskan karir politiknya menjadi orang nomor satu di NTB. Sehingga pembangunan di NTB, khususnya di Lombok Tengah bisa semakin maju.