Menengok Tradisi Lebaran Topat di Dasan Bagek Timur

59
Lebaran topat jamaah Masjid Al-Ikhlas Dasan Bagek Timur, Senin (09/05/2022). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Setelah menjalani puasa sunah selama enam hari di bulan Syawal, dalam lingkungan masyarakat Sasak terdapat tradisi lebaran topat atau lebaran ketupat. Tepatnya setelah menuntaskan puasa sunah yang dilakukan sehari setelah Idulfitri.

Masyarakat Sasak biasanya merayakannya lebaran topat ini dengan berkumpul dan membawa hidangan ke satu tempat untuk dimakan bersama. Setelah sebelumnya dirangkaikan juga dengan zikir dan takbir bersama.

Perayaan ini biasanya diadakan di masjid, musala, atau lapangan terbuka. Seperti yang dilakukan para jamaah Masjid Al-Ikhlas Dasan Bagek Timur, Desa Aikmel Timur, Lombok Timur. Kegiatan dipusatkan di masjid yang dimulai sejak pagi hari.

Sehari sebelum lebaran topat masyarakat sudah sibuk membuat ketupat. Lengkap dengan sayur dan lauknya, baik opor ayam, urapan maupun beberok pelecing.

Pada saat hari lebaran topat tiba, hidangan yang sudah disiapkan dibawa pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita dari rumah masing-masing dengan ditempatkan dalam dulang saji. Bentuknya berupa nampan yang berisi makanan, antara lain opor telur, opor ayam, ketupat, urap, pelalah ayam, dan pelalah telur dan sebagainya.

Di masjid sendiri para jamaah berkumpul, baik laki-laki, anak-anak, remaja dan orang tua. Tentu dengan turut menghadirkan kyai, tuan guru, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat.

Sebelum menyantap ‘dulang’, para jamaah terlebih dahulu menggelar zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh kyai, tuan guru atau tokoh agama.

Muhammad Tohri selaku Ketua Remaja Masjid Al-Ikhlas menuturkan bahwa kegiatan ini setiap tahunnya selalu terlaksana dengan meriah, sesuai dengan antusias dan harapan masyarakat. “Alhamdulillah, kegiatan setiap tahunnya berjalan dengan baik dengan dukungan dan antusias semua pihak, terutama warga masyarakat Dasan Bagek Timur,” ungkapnya, Senin (09/05).

Kegiatan ini selain membangun tali silaturahmi, juga dapat meningkatkan rasa sosial antar masyarakat dan bentuk dari terjaganya kekompakan dan persatuan warga masyarakat. “Lebaran topat adalah bentuk konkrit masih terjaganya silaturahmi, dan harus dijaga dan laksanakan setiap tahunnya,” pungkasnya. (den)