Mengenal Lisda, Semangat Kenalkan Budaya Indonesia Lewat Program PPAN Indonesia-Australia

135
Lisdalifa Titis Sufiana (Inside Lombok/Ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Lisdalifa Titis Sufiana atau yang akrab disapa Lisda, sosok gadis cantik peraih Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Program AIYEP (Australia Indonesia Youth exchange Programme). Gadis kelahiran Praya pada 4 Oktober 1998 menjadi salah satu putri terbaik NTB yang berhasil mewakili para pemuda Indonesia dalam program PPAN di Australia.

Gadis berusia 23 tahun tersebut saat ini tinggal di Perumahan Bogak Permai Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan H Ahmad Junaidi dan Baiq Herawati ini ikut mengharumkan nama daerah di level internasional.

Program PPAN sendiri merupakan salah satu program pemerintah dalam mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan untuk menghadapi tantangan global. Program ini difasilitasi melalui Kementerian Pemuda dan olahraga (Kemenpora).

Lisda sapaan akrabnya menuturkan pada saat mengikuti seleksi tersebut butuh perjuangan yang berat apalagi seleksi yang ia ikuti tersebut harus berkompetisi dengan utusan terbaik di 10 kabupaten dan kota yang ada di NTB. Bahkan ia merupakan pemecah rekor sejarah selama 10 tahun terakhir, di mana pemuda Lombok Tengah tersebut sempat terpilih dalam program yang sama pada 2012 silam.

“Seleksinya sangat ketat, semua harus menggunakan bahasa Inggris, dan jujur sejak dari sekolah SMA udah pengen banget ke Australia, dan alhamdulilah akhirnya terwujud,” tuturnya

Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram ini juga merupakan mahasiswa unggulan dan sering mengikuti lomba debat bahasa Inggris serta aktif di berbagai kegiatan sosial, seperti menjadi tutor bahasa Inggris, berbagi sembako bagi yang tidak mampu melalui komunitas yang ia dirikan bersama teman-temannya.

Di sisi lain perempuan yang sangat mengidolakan Artis Agnes Monica sejak duduk dibangku SMP tersebut sejak itu pun ia memegang teguh prinsip untuk berani bermimpi dan yakin untuk bisa mewujudkan mimpinya.

“Dream believe and make It happen, bermimpi sebesar apapun, percaya sama mimpi itu, wujudkan mimpi yang kita percaya itu,” katanya. Meski jadwal pemberangkatannya ke Australia belum ditetapkan bulan dan tanggalnya, Lisda sangat bersemangat untuk segera memperkenalkan budaya Indonesia di Australia.

“Apa yang ada di Indonesia akan kita perkenalkan, dan akan mengabdikan diri lagi setelah balik dari Australia,” tutupnya. (fhr)