MGPA Tak Ingin Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Tanpa Penonton

Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto ketika ditemui wartawan, Kamis (8/4/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pandemi Covid-19 menjadi kendala utama penyelengaraan event balap dunia MotoGP tahun 2021 di sirkuit Mandalika. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor MotoGP Indonesia di Mandalika sendiri tidak ingin menggelar event balap motor paling bergengsi itu tanpa penonton.

“Tidak bisa (terlaksana). Kalau tidak ada penonton kita tidak mau. Karena rugi lah,” kata Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto, Kamis (8/4/2021) di Praya.

Dia menjelaskan, jadwal penyelenggaraan MotoGP di Mandalika tahun ini tergantung keputusan Dorna Sports. Termasuk apakah Dorna Sports sudah menggelar balapan dengan penonton atau tidak.

Selain itu keputusan pemerintah Indonesia yang membolehkan MotoGP tahun ini digelar dengan penonton. Karenanya, pihaknya berharap pemerintah bisa memastikan gelaran MotoGP bisa digelar dengan penonton pada bulan Oktober nanti.

“Memang kita mau tanpa penonton? Tidak kan? Kita harus realistis karena ini (sedang) pandemi Covid-19. Dan yang menentukan itu bukan hanya Dorna tapi pemerintah, sudah memungkinkan untuk melakukan event yang dihadiri oleh ratusan ribu orang?,”ujarnya.

Kalau tidak dalam kondisi pandemi Covid-19, pihaknya optimis MotoGP di Mandalika digelar Oktober ini. Karena pembangunan sirkuit MotoGP juga sudah on the track dan diyakini tuntas pada bulan Juli mendatang.

“Ya kalau tidak ada pandemi sih, kita optimis Oktober. Tapi dengan pandemi, semua kegiatan di dunia itu mundur. Kalau pemerintah bilang dengan penonton, kita jalan,”imbuh Happy.

Menurutnya, semua pihak harus realistis terhadap kondisi pandemi yang sedang melanda semua negara saat ini. Banyak event internasional terpaksa ditunda. Sehingga untuk MotoGP di Mandalika sebaiknya tidak usah dipaksakan kalau harus digelar tanpa penonton.

“Itu poin yang paling penting. (Daripada) buru-buru tapi masih ada pandemi,”katanya.

Di beberapa negara, memang ada yang menggelar MotoGP tanpa penonton di masa pandemi ini. Namun, kondisinya berbeda dengan MotoGP di Mandalika karena baru seri pertama. Sehingga akan disayangkan kalau digelar tanpa penonton.

“Ini baru seri pertama. Seri pertama tanpa penonton apakah Indonesia mau. Itu tidak seru. Apalagi di tempat yang indah seperti (Lombok) ini tidak boleh ada penonton,”katanya.

CEO Dorna Sport sendiri, saat meninjau pembangunan sirkuit Mandalika pada Rabu (7/4/2021) kemarin menyatakan kalau Lombok adalah tempat terindah yang pernah dilihat untuk kegiatan MotoGP. Sehingga akan sangat disayangkan kalau hal itu tidak terekspose dan dikunjungi oleh penonton MotoGP.

Dikatakan Happy, dalam kunjungan keduanya, Dorna Sports juga menyampaikan kalau proyek pembangunan sirkuit Mandalika adalah proyek yang luar biasa.

“Kualitas nya semuanya serba bagus. Kualitas aspal juga sangat bagus meskipun baru lapis pertama,”ujarnya.