Moeldoko Melihat Progress Pembangunan Sirkuit Mandalika Cukup Baik

125
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko (kiri) bersama Dirut PT ITDC (tengah) dan Kapolda NTB Irjen Pol. Muhammad Iqbal (kanan) saat meninjau pembangunan sirkuit Mandalika, Senin (7/6/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meninjau progres pembangunan sirkuit Mandalika, Senin (7/6/2021). Moeldoko bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kapolda NTB Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, Dirut PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer mengelilingi sirkuit MotoGP yang sedang dalam proses pembangunan.

Moeldoko menyebut progres pembangunan sirkuit Mandalika sudah mencapai 77 persen. “Sekarang sudah 77 persen. Semuanya berjalan dengan baik. Dan Alhamdulillah tidak apa-apa,”katanya.

Menurut dia, pembangunan sirkuit Mandalika sudah on the track serta tidak terjadi hal serius seperti tudingan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam proses pembebasan lahan untuk proyek Mandalika seperti yang beredar belakangan ini.

“Ya di antaranya adalah isu pembebasan lahan ternyata itu hanya pekerjaan orang-orang yang tidak ingin Mandalika berkembang. Ternyata setelah saya cek tidak ada persoalan seperti itu,”kata Moeldoko.

Dia berharap kepada pihak-pihak yang diklaim telah menuding adanya pelanggaran HAM dalam proyek Mandalika tersebut menyadari bahwa proyek ini untuk kepentingan bangsa. Pihaknya pun tidak akan menempuh upaya hukum untuk menindak orang-orang yang disebut menyebarkan kabar tidak benar.

“Ya tidak lah (diberi tindakan). Ya sadar saja untuk kepentingan bangsa,”cetusnya.

Dikatakan Moeldoko, persoalan yang ada dalam pengerjaan proyek Mandalika hanya masalah penundaan jadwal pelaksanaan MotoGP dari semula tahun ini menjadi tahun depan.

Meski demikian, pada November tahun ini juga telah dipastikan akan digelar kejuaraan dunia superbike. Di satu sisi, diakui bahwa MotoGP Mandalika pada tahun depan 2022 juga kembali masuk daftar cadangan.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menambahkan, masuknya sirkuit Mandalika sebagai cadangan di tahun 2022 bukan atas permintaan Dorna sebagai promotor MotoGP. Namun melihat pengendalian laju kasus Covid-19.

“Lebih kepada situasi pandemi. Bukan karena situasi yang lain,”imbuhnya.

Sementara untuk pemberdayaan masyarakat sekitar, Moeldoko menyebut kalau semua proyek yang ada di Mandalika harus berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan bazar Mandalika bagi puluhan pelaku UMKM yang ada di sana.