Mulai Kamis, Pasar Hewan Selagalas Ditutup

54
Pemeriksaan mulut sapi yang dilakukan petugas Dinas Pertanian Kota Mataram terhadap sapi-sapi yang datang di Pasar Hewan Selagalas. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kota Mataram melakukan sosialisasi penutupan operasional Pasar Hewan Selagalas, Selasa (17/5) siang. Penutupan pasar tersebut akan berlaku mulai Kamis (19/5) hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kota Mataram, drh. Dijan Riyatmoko kepada media Selasa (17/5) di Pasar Hewan Selagalas Mataram mengatakan, penutupan pasar hewan ini mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Provinsi NTB. Terlebih wabah itu sudah mulai menyebar di beberapa wilayah, sehingga langkah penutupan menjadi upaya maksimal untuk mengantisipasi penularan virus.

“Jadi ini mungkin terakhir. Jadi ini nanti kita sampaikan kepada mereka. Kami sudah tidak buka lagi. Kita tutup sementara. Risikonya sangat tinggi ini. Kita akan ketat begini,” katanya.

Pemeriksaan hewan dinilai sudah cukup maksimal dilakukan. Namun menurutnya akan tetap kecolongan, karena sapi yang datang ke Kota Mataram berasal dari berbagai daerah yang sudah tertular virus tersebut.

“Kita sebenarnya langkah pengecekan sangat ketat. Yang jadi masalah bahwa sapi dari daerah mana yang kita susah lacak. Kemudian sapi ini dari daerah tertular ngumpul di sini satu se-Lombok. Atu satu ekor yang tertular yang di pasar ini. Ke Lombok Utara, ke Narmada, Gunung Sari dan menyebar semua penyakitnya,” tegasnya.

Ia menyebutkan, saat ini baru dua daerah yang sudah tertular PMK pada sapi, yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur. Antisipasi yang dilakukan dengan menutup pasar hewan agar sapi dari dua daerah itu tidak menyebar ke daerah-daerah lain yang belum tertular.

“Ini masih ditemukan di dua kabupaten Loteng dan Lotim. Jangan sampai nanti gara-gara ini beli sapi dibawa pulang ke KLU. ini yang kita khawatirkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pemerintah agar kebijakan penutupan bisa diterima oleh para pedagang maupun pembeli hewan ternak di Pasar Hewan Selagalas. Penutupan ini ditegaskan belum dipastikan hingga kapan. Karena akan dibuka kembali jika kondisi sudah mulai membaik.

“Sosialisasi ini, kalau mendadak-mendadak kita nggak bisa. Kita belum tahu ini sampai kapan. Kalau semakin meluas makin lama,” pungkasnya. (azm)