Musim Hujan, Pengungsian Rawan Terendam Banjir

Kondisi pengungsian di Dusun Belencong Bage Desa Midang Kecamatan Gunung Sari, Minggu (23/9) lalu saat hujan lebat mengguyur wilayah ini. (Inside Lombok/IST)

Giri Menang (Inside Lombok) – Musim hujan sudah mulai membuat resah warga di pengungsian. Salah satunya pengungsi yang ada di Dusun Belencong Bage Desa Midang Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Sebelumnya, hujan yang tejadi pada Minggu (23/9/2018) juga sempat membuat pengungsian tergenang oleh air.
Kepala Dusun Belencong Bage, Najamudian mengatakan bahwa sebagian tenda pengungsian roboh akibat diterjang hujan yang lebat. Bahkan banyak dari anak-anak yang tinggal di pengungsian tidak dapat bersekolah. Disebabkan buku-buku dan seragam sekolah mereka basah terendam di pengungsian.
Saat hujan lebat itu terjadi, warga berbondong-bondong memindahkan berbagai perkakas dari pengungsian. Misalnya baju maupun buku sekolah anak. Sedangkan kasur dan peralatan dapur ditinggal. Setidaknya terdapat 95 kepala keluarga yang dampak gempa di pengungsian yang ada di dusun itu. 15 KK diantaranya merupakan korban dengan rumah rusak berat. Sedangkan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.
“Tapi ada sebagain warga yang sudah balik kerumahnya,” ujarnya.
Ia bersama warga bergotong royong membuat saluran air di sekitar pengungsian. Sehingga air tidak akan tergenang jika hujan kembali turun.,
“Mungkin nanti sore (kemarin, red), karena sekarang mereka kerja, rata-rata buruh lepas,” ungkapnya.
Kondisi ini membuat warga berharap bisa mendapatkan bantuan hunian sementara (huntara). Mengingat hingga kini bantuan stimulan untuk rumah rusak berat belum diterima. Sehingga warga masih akan berdiam di lokasi pengunsian.
“Sekarang kita berharap itu saja,” pungkasnya. (IL3)