Musim Kemarau Tahun ini Diperediksi Lebih Singkat

77
Ilustrasi Kekeringan (Inside Lombok/dok)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Musim Kemarau tahun 2021 diperkirakan akan lebih singkat dibandingkan sebelumnya. BMKG menyebut terdapat kemunduran dari biasanya.

Puncak musim kemarau diprediksi pada Agustus mendatang. Sehingga kondisi tahun ini disebutnya cenderung lebih basah bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami prakirakan juga, tahun ini musim kemaraunya tidak terlalu kering. Artinya, di musim kemarau pun masih ada potensi untuk hujan karena ada fenomena La Nina” papar prakirawan iklim BMKG Kediri, Restu Patria Megantara, belum lama ini.

Di mana efek La Nina itu sendiri dapat meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia dan itu sudah berjalan sejak akhir tahun 2020 lalu. Di mana itu diperkirakan berlangsung sampai bulan Mei kemarin.

“Kemarau tahun ini kami perkirakan paling lambat masuk itu di wilayah seperti Sembalun. Lombok Barat mulai kemaraunya bulan Mei dan puncaknya sendiri akan dirasakan pada bulan Agustus” jelas Restu.

Sementara untuk musim hujan diperkirakan mulai masuknya seperti tahun-tahun sebelumnya normalnya mulai pada bulan Oktober sampai November.

“Jadi kemarau kita tidak akan sepanjang sebelumnya, diperkirakan dari Mei-September dan di sana sudah peralihan dari kemarau ke musim hujan” tandasnya.

Sejauh ini di Lombok Barat sendiri, BPBD mengaku belum ada permintaan bantuan air akibat kekeringan di musim yang sudah masuk kemarau saat ini.

“Sampai saat ini belum ada satu desa pun yang minta air, kecuali Narmada dan itu pun kami kasih persyaratan supaya jelas, berapa KK yang terdampak, sebabnya karena apa. Tapi sampai sekarang ndak jadi datang dia” pungkas Kabid Kedaruratan BPBD Lobar, Hartono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (08/06/2021).