Negara “Cuan” Rp577 Juta dari Puluhan Ribu Pengunjung Rinjani

105
Salah satu jalur pendakian Rinjani (Image source: phinemo.com)

Mataram (Inside Lombok) – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari aktivitas pendakian mencapai Rp577.557.500. Jumlah tersebut didapat dari data pengunjung sepanjang 2021 dari Januari-Desember yang mencapai 39.226 orang. Baik yang melakukan pendakian maupun non pendakian.

Kepala Balai TNGR, Dedy Asriady menerangkan angka PNBP tersebut naik sebesar 120 persen dibandingkan posisi 2022 sebesar Rp261,92 juta. Sepanjang 2021 kemarin, PNBP di periode Juni sebesar Rp142.595.000 dan Agustus Rp87.871.000 menjadi pencapaian paling tinggi.

PNBP tersebut diperoleh dari penarikan tarif tiket masuk ke kawasan TNGR. Besaran tarif tiket masuk bagi wisatawan asing sebesar Rp150 ribu per hari pada hari biasa dan hari libur Rp200 ribu. Untuk wisatawan nusantara Rp5 ribu per hari di hari biasa dan hari libur Rp7.500 per hari.

“Pengunjung banyak dari lokal hampir 90 persennya, secara keseluruhan pengunjung TNGR yang lokal 38.785 orang atau 98,88 persen, dan mancanegara 441 orang atau 1,12 persen,” tutur Dedy kepada Inside Lombok, Selasa (11/1).

Dijelaskan secara rinci pengunjung TNGR berdasar yang melakukan pendakian sebanyak 22.103 orang dan mancanegara 436 orang. Sedangkan non pendakian yang lokal 17.123 orang dan mancanegara 5 orang. Pendakian yang banyak dilakukan memang di periode Juni sebanyak 4.069 orang, kemudian di Agustus 3.242 orang.

“Januari sampai Maret 2021 itu tidak ada pendakian, pendakian dimulai April-Desember. Posisi Juni dan Agustus memang paling banyak pendakian karena memang di Juni sampai Oktober cuaca sedang bagus,” jelasnya.

Sementara itu, penerimaan pajak di Juli dan Agustus tercatat paling banyak. Sedangkan ada di Januari sebesar Rp15.068.500, Februari Rp2.508.000, Maret Rp8.177.500, April Rp50.934.000, Mei Rp49.975.000, Juni Rp142.595.000, Juli Rp81.871.000, Agustus Rp87.871.000, September Rp44.226.500, Oktober Rp33.137.500, November Rp30.036.500, Desember RP31.316.000.

“Selama Januari – Maret memang tidak ada pendakian, tapi masih ada pengunjung non pendakian ke TNGR dan itu menyumbangkan PNBP di 3 bulan awal 2021,” terangnya.

Dikatakan, catatan TNGR selama 2015-2021 total pengunjung mencapai 212.856 orang. Pada 2017 pengunjung paling banyak dibandingkan dengan 2018 dan 2019, lantaran di 2019 masih dalam masa pemulihan pasca terjadinya gempa 2018. Namun kembali ada peningkatan pada 2020 dan 2021 kemarin kunjungan sedikit ada peningkatan. (dpi)