Nelayan di Lotim Dapat Keramba Jaring Apung Senilai Rp170 Juta Per Unit

Kepala DKP Lotim, Haryadi Suranggana saat ditemui di ruangannya, di Selong, Jumat (27/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bantuan Keramba Jaring Apung (KJA) yang bersumber dari APBN dan APBN Perubahan diperuntukkan bagi 73 kelompok nelayan yang tersebar di Lombok Timur. Saat ini batuan KJA tersebut hampir merampungkan pemasangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur (Lotim) , Hariadi Suranggana menyebutkan, penerima bantuan KJA yang tersebar di Lotim sebanyak 73 kelompok dari 155 kelompok nelayan yang terdata oleh pihaknya. Bantuan tersebut bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi 31 kelompok, sementara dari APBN Perubahan menyasar sebanyak 42 kelompok.

“Sebanyak 2.000 lebih pembudidaya lobster juga sudah tergabung dalam kelompok yang mendapat bantuan itu,” kata Hariadi kepasa Inside Lombok, Jumat (27/11) kemarin.

Terdapat dugaan terkait adanya masyarakat non nelayan yang mendapat bantuan KJA tersebut. Hariyadi membantah dugaan tersebut dan menjelaskan bahwa masyarakat yang mendapat bantuan KJA tersebut merupakan bagian dari kelompok nelayan pembudidaya.

“Adanya masyarakat yang terdaftar tidak berasal dari kawasan budidaya seperti Jerowaru, namun terdaftar sebagai nelayan dinilai tidak menjadi masalah,” katanya.

Adapun hingga saat ini, pemasangan bantuan keramba jaring apung yang diperuntukkan bagi 73 penerima telah selesai proses pemasangan. Enam unit diantaranya sedang menunggu proses. Adapun total anggaran masing-masing unit KJA senilai Rp170 juta.

“penerima bantuan keramba jaring apung di Lotim merupakan jumlah penerima prioritas, mengingat sejumlah bantuan yang diberikan kepada daerah lainnya lebih sedikit dibanding Lombok Timur,” tutupnya.