NGO Ini Bantu Pemerintah Lakukan Penanggulangan Kemiskinan NTB

298
Pertemuan Penanggulangan Kemiskinan Bersama NGO dengan Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi, Selasa (13/11/2018). (Inside Lombok/IL4)

Mataram (Inside Lombok) – Beberapa NGO melakukan pertemuan dan memaparkan program-program yang dicanangkan dalam Penanggulangan Kemiskinan di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB pada Selasa (13/11/2018) bersama Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi dan Perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Khairul Mansyur.

NGO yang turut hadir sebagai perwakilan untuk mempresentasikan program yang dicanangkan ialah Forum Zakat dan Baznas.

Bambang Suherman, salah satu perwakilan dari Forum Zakat (FOZ) mengatakan bahwa FOZ mengadakan kegiatan-kegiatan kebencanaan dan kemiskinan di seluruh indonesia. Kini, FOZ sudah berada di NTB sejak Juli 2018 lalu untuk mengadakan beberapa program sosial.

“Kita di NTB semenjak bulan Juli lalu hingga dua tahun ke depan,” ujar Bambang, Selasa (13/11/2018).

Forum Zakat juga terlibat dalam kelas terpusat di Kementrian Sosial dan BNPB. Terdapat tiga fokus yang dikelola oleh lembaga-lembaga di bawah naungan forum zakat yang pertama adalah aspek penguatan SDM dengan review kembali program-program pendidikan yang memungkinkan tuk diselenggarakan.

Kedua adalah memberikan lebih banyak skill occasional yang memungkinkan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan SDM dalam bentuk bergabung pada pekerjaan-pekerjaan yang tersedia.

Ketiga adalah pemberdayaan ekonomi untuk menumbuhkan gimik-gimik usaha ekonomi yang ada di masyarakat baik dari aspek penyertaan modal perbaikan produk maupun pembukaan jaringan pasar yang tersedia didalam maupun luar negeri.

“Pendampingan ini kita lakukan canangkan sampai enam bulan ke depan, setelah itu pemberdayaan ekonomi diselenggarakan sampai dua tahun ke depan,” lanjut Bambang.

Penyampaian program penanggulangan kemiskinan juga disampaikan oleh Randi Swandaru, selaku Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas. Pertama dari segi ekonomi mendorong terus pertumbuhan ekonomi yaitu salah satunya ada pasar darurat untuk meningkatkan modal produksi dan pemasaran. Pembangunan warung-warung juga dilakukan untuk meningkatkan ekonomi warga.
“Sebanyak 420 pedagang yang sudah aktif kegiatan microfinance desa sehingga membantu permodalan masyarakat,” kata Riandi.

Kemudian yang kedua, Baznas juga ingin membantu perbaikan akses, baik sekolah, puskesmas pembantu dan lainnya.

Ketiga adalah kegiatan dakwah. Ia mengatakan bahwa kegiatan zakat ini tidak terlepas dari pembangunan masjid dan akses dakwah lainnya.

Randi menjelaskan juga, sampai pada bulan Februari nanti ada 500 unit yang akan dikerjakan untuk hunian sementara dari 2000 totalnya yang dicanangkan dan ada 8 lokasi yang kami tinjau. Sebanyak 135 unit yang sudah terbangun di Kecamatan Kayangan. Akan ada 10 unit Puskesmas pembantu yang akan Baznas bantu di lombok. (IL4)