NTB Menargetkan Vaksinasi COVID-19 Tuntas Enam Bulan

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj Sitti Rohmi Djalilah menargetkan pemberian vaksin COVID-19 bisa dipercepat dari 1 tahun menjadi 6 bulan sehingga penyebaran virus corona bisa lebih cepat dikendalikan.

“Proses vaksinasi COVID-19 sudah mencapai 36 persen dari total 3 juta orang atau 70 persen masyarakat di NTB yang terdiri dari tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, dan masyarakat umum. Itu harus dituntaskan dalam kurun waktu satu tahun ke depan,” ujar Wagub NTB di Mataram, Jumat.

Wagub mengatakan, pemerintah provinsi menargetkan vaksinasi COVID-19 kepada 70 persen atau sejumlah kurang lebih 3 juta masyarakat NTB, yang terdiri dari tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, dan masyarakat umum dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Hal ini dilakukan demi percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga penyebaran virus corona bisa lebih cepat dikendalikan.

“Kita harus percepat proses vaksinasi. Kalo kita cermati, vaksinasi ini yang paling bisa mengendalikan penyebaran COVID-19. Dan kitalah yang bisa kendalikan vaksinasi. Yang mulanya satu tahun kalau bisa kita press menjadi enam bulan saja,” ucapnya.

Selain percepatan vaksinasi, Rohmi juga meminta untuk mengintensifkan kembali 3T yakni, testing, tracing, dan treatment. Terutama pada tahap tracing dan testing. Untuk jumlah tracing, wagub meminta kepada petugas kesehatan untuk melakukan tracing lebih banyak. Sementara untuk testing, Wagub meminta agar memanfaatkan semaksimal mungkin rapid-test antigen.

“Adanya Rapid-test Antigen ini adalah angin segar bagi kita. Dengan ini maka kita bisa tracing lebih cepat dan lebih banyak. Rapid-test Antigen harus dipakai di semua kabupaten dan kota,” terangya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri,  menjelaskan, Dinas Kesehatan NTB sedang berupaya optimal untuk melakukan percepatan vaksinasi dan memperbanyak tracing.

Saat ini, vaksinasi telah mencapai 36 persen pada tahap tenaga kesehatan. Pada timeline normal direncanakan, tahap I vaksinasi kepada tenaga kesehatan pada bulan Januari-Februari sebanyak 27.894 orang. Tahap II petugas pelayanan publik pada bulan Maret-April, sebanyak 285.804 orang, dan terakhir tahap III Masyarakat Umum pada bulan Mei-Desember 2.743.611 orang.

Dinas Kesehatan NTB juga telah menargetkan penyediaan 3000 tenaga vaksinator dengan sasaran masyarakat umum sejumlah 2.743.611 atau 5.487.222 suntikan.

“Ke depan vaksinasi ini kita akan adakan percepatan. Sebelum Februari vaksinasi Tenaga Kesehatan harus kita tuntaskan,” jelasnya.

Untuk tracing sendiri, pihaknya akan menggenjot prosesnya agar memenuhi standard WHO 20-30 orang dalam sekali tracing.

“Paling tidak 1 orang tracing sampe 20 orang. Harus tetap kita usahakan meski susah,” jelas Fikri.

Hingga saat ini jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di NTB sejumlah 7.717, sembuh sejumlah 5.891 (76,3 persen), dirawat 1.487 (15,3 persen), dan meninggal 339 (4,4 persen). (Ant)