NTB Menjadi Daerah Lintasan Siklon Tropis Seroja

Lombok Barat (Inside Lombok) – Terdapat imbauan untuk antisipasi cuaca buruk akibat siklon tropis Seroja, termasuk untuk NTB. Disebutkan oleh prakirawan iklim BMKG Kediri, ini karena NTB masuk dalam lintasan siklon yang mengakibatkan bencana besar terjadi di NTT.

Dampaknya untuk wilayah NTB diperkirakan hingga tiga hari ke depan. Di mana, pada Selasa kemarin, sebagian besar wilayah NTB terpantau hujan yang disertai angin.

“Karena siklon ini menarik massa udara dan awan-awan hujan, jadi kita (NTB) masuk dalam lintasannya” jelas Prakirawan Iklim BMKG Kediri, Restu Patria Megantara, saat ditemui di kantornya, Rabu (07/04/2021).

Namun, kata dia warga NTB tidak perlu terlalu khawatir berlebih siklon ini akan berdampak sama seperti yang terjadi di NTT. Karena pusat siklon Seroja ini diakuinya memang berada di NTT, sehingga menyebabkan dampak yang begitu besar untuk ketinggian gelombang, intensitas hujan serta kecepatan angin yang bahkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

“Pusatnya itu betul-betul di sekitar sana, makanya sampai sekitar tiga hari full hujan, angin, gelombang tinggi. Nah kalau kita sebenarnya cuma kena ekornya aja” beber dia.

Di mana untuk kecepatan angin sendiri diperkirakan sekitar 10 hingga 20 knots atau sekitar 20 hingga 50 km perjam. Sehingga potensi hujan sedang hingga lebat lebih meningkat karena siklon itu bersifat menarik massa udara dan awan hujan di sekitarnya. Termasuk juga angin kencang, tetapi dengan kecepatan yang tidak begitu signifikan.

“Tidak seperti yang di NTT yang sampai 40 sampai 50 knot” jelas dia.

“Kami perkirakan untuk sekitar tiga hari ke depan itu dampaknya sudah tidak terasa lagi di NTB” imbuh Restu.

Saat ini dijabarkannya arah siklon seroja itu semakin bergerak ke arah barat daya dan semakin mendekati wilayah NTB. Oleh karena itu, dampaknya di NTB baru terasa sekarang. Hingga menyebabkan banjir yang juga terjadi di Bima belum lama ini.

“Banjir, longsor dan pohon tumbang juga perlu kita waspadai. Untuk nelayan juga harus mewaspadai gelombang tinggi terutama untuk wilayah selatan” tandasnya.

Di mana BMKG ZAM juga sudah mengeluarkan peringatan dini mengenai perkiraan ketinggian gelombang yang bisa mencapai lebih dari 2 meter di selat Lombok bagian selatan, selat Alas bagian selatan, samudra Hindia bagian selatan NTB dan selat Sape bagian selatan.