NTB Siap Antisipasi Kepulangan Pekerja Migran Dalam Jumlah Besar

Jajaran Disnakertrans NTB, bersama BP3TKI Mataram, mengadakan rapat koordinasi membahas kesiapan PMI pulang dari negara penempatan yang terdampak virus Corona. Inside Lombok/ANTARA/Awaludin

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram mengantisipasi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) secara besar-besaran dari negara penempatan yang terdampak virus corona.

“Kami sudah bersiap untuk menerima pemulangan PMI secara besar-besaran dari negara penempatan yang terdampak virus corona,” kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Abdul Hadi, di Mataram, Selasa.

Pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan BP3TKI Mataram dan pihak terkait lainnya untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil terhadap PMI yang pulang ke daerah.

Hal yang paling penting dibahas dalam pertemuan tersebut, kata Hadi, yakni kerja sama yang baik antar lembaga dalam menghadapi kemungkinan gelombang pemulangan PMI dalam jumlah besar.

“Kami berharap BP3TKI dapat mendukung pemerintah daerah, terlebih BP3TKI Mataram memiliki¬†crisis center¬†di bandara sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam pemulangan PMI,” ujarnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB juga akan membentuk Tim Kepulangan PMI bersama dengan BP3TKI Mataram, khususnya di Bandara Internasional Lombok, di Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, Kepala BP3TKI Mataram, Abri Danar Prabawa mengatakan, pelayanan penempatan PMI pada triwulan I-2020 sebanyak 4.606 orang PMI. Sedangkan data kepulangan PMI yang telah habis kontrak sebanyak 2.955 orang.

PMI yang telah habis masa kontraknya tersebut berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 1.447 orang, Kabupaten Lombok Tengah 986 orang, Kabupaten Lombok Barat 432 orang, Kabupaten Lombok Utara 46 orang, Kota Mataram 32 orang.

Sementara Kabupaten Bima 6 orang, Kabupaten Sumbawa Besar 3 orang, Kabupaten Sumbawa Barat 2 orang, dan Kabupaten Dompu 1 orang.

“Terkait data kepulangan, yang bisa disampaikan saat ini adalah data PMI habis kontrak, data PMIB dan data WNI/PMI deportasi,” ucap Abri. (Ant)