NTB Targetkan Investasi Rp15 Triliun di 2022

44
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Muhammad Rum. (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Pemprov NTB menargetkan realisasi investasi mencapai Rp15 Triliun pada 2022 mendatang. Sektor pariwisata dan pertambangan disebut menjadi andalan mendongkrak realisasi investasi tersebut. Seiring pemulihan sektor pariwisata saat ini.

“Target investasi tahun depan di NTB Rp15 Triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Muhammad Rum, Selasa (28/12).

Menurutnya, ada beberapa sektor yang akan digenjot tahun depan. Antara lain sektor pariwisata yang tengah berkembang saat ini. Kemudian sektor pertambangan dan turunannya, yang mana memang menjadi sektor andalan realisasi investasi di NTB.

Pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat yang nilai investasinya mencapai Rp26 triliun juga diharapkan turun mendukung realisasi investasi tersebut. Nantinya akan banyak investor-investor baru masuk berinvestasi.

Kondisi ini menunjukkan pemulihan kondisi investasi di NTB. Mengingat selama ini investasi NTB sempat terhambat lantaran kondisi Covid-19 dan banyak investor terpaksa menunda kedatangan mereka ke NTB. Tetapi sekarang kondisi investasi dinilai sudah semakin membaik.

“Ada investor-investor baru yang masuk; yang baru di sektor pariwisata dan EBT. Ada juga dampak dari semakin melandainya kasus covid dan beberapa event (internasional) ini,” terangnya.

Sementara itu, pada 2021 target investasi NTB Rp13 triliun baru tercapai sekitar Rp9 triliun hingga triwulan III. Sedangkan di triwulan IV diyakini akan mampu tercapai target dengan sisa waktu tinggal beberapa hari lagi.

“Optimis tercapai tahun ini, kemarin kita di triwulan III saja sudah mencapai Rp9 triliun, tinggal sedikit sudah tercapai target kita Rp13 triliun,” ujarnya. (dpi)