Okupansi Hotel di Mataram Diprediksi Meningkat Saat Nataru

Salah satu hotel di Mataram. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Okupansi hotel di Kota Mataram pada akhir tahun 2021 ini diprediksi akan meningkat kembali. Di mana, pascagelaran World Superbike (WSBK) 19 -21 November lalu, okupansi di Mataram kembali turun.

“Kalau sekarang ini normal. Itu sudah di angka 50-60 persen dia setelah WSBK. Dulu saat WSBK okupansi hotel di Mataram mencapai 95 persen lebih,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi Kamis (2/12) di Mataram.

Ia mengatakan, penurunan ini disebabkan karena tamu yang menginap pada saat event tersebut sudah kembali ke kampung halamannya. “Kemungkinan prediksi akhir tahun ini 90 persen lah,” harapnya.

Ramai Karena Nataru

Menurut Denny, peningkatan okupansi pada akhir tahun ini disumbang oleh pengunjung yang akan menghabiskan atau merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di dalam ruangan. Sementar untuk kegiatan MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition kemungkinan sangat kecil.

“Masyarakat yang tidak bisa keluar dan tidak bisa berkegiatan di tempat wisata mereka akan memilih hotel,” ujarnya.

Dengan penerapan PPKM Level 3 mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang, tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap okupansi hotel. Karena sesuai dengan Inmendagri nomor 64 tahun 2021, pemerintah pusat hanya memberikan pembatasan jumlah pengunjung di setiap destinasi atau tempat hiburan lainnya. (azm)