Okupansi Meningkat, Hotel di NTB Diprediksi Tetap Ramai hingga Akhir Tahun

6
Ilustrasi hotel (Image source : Tribun news)

Mataram (Inside Lombok) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB menyebut tingkat hunian kamar hotel saat ini mengalami peningkatan rata-rata 65 persen, terutama jika dibandingkan dengan periode April lalu yang hanya mencapai 50 persen. Peningkatan ini telah terjadi sejak libur lebaran Idulfitri awal Mei lalu.

Pada libur bersama Idulfitri banyak wisatawan menginap di hotel. Wisatawan lokal pun disebut mendominasi keterisian kamar hotel yang ada di NTB, terutama di kawasan pariwisata. Di antaranya, Senggigi, Gili Tramena, Kuta Mandalika, hingga Sembalun Lombok Timur.

“Memang ada kenaikan okupansi hotel, kalau rata rata 65 persen dan didominasi oleh wisatawan lokal. Ada sih dari luar daerah cuma jumlahnya kecil,” ungkap Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, Kamis (12/5).

Peningkatan okupansi hotel saat ini bahkan diakui Wolini lebih tinggi dibanding saat event MotoGP digelar beberapa waktu lalu. Di mana persentase wisatawan lokal yang menginap saat libur panjang lebaran mencapai 40-45 persen, sisanya domestik dan wisman. Kendati kondisi seperti sekarang jika dibanding sebelum pandemi Covid-19 tingkat okupansi bisa mencapai 90 persen.

“Sekarang karena dua tahun tidak pernah pulang kampung, karena waktu itu ada PPKM dan sebagainya. Jadi mungkin wisatawan yang mau berwisata memilih silaturahmi keluarga daripada liburan,” ungkapnya.

Di sisi lain pada momentum libur lebaran kemarin banyak juga wisman datang berkunjung dan menginap, antara lain di Gili Tramena. Mengingat destinasi tersebut pangsa pasarnya memang lebih banyak menyasar wisatawan luar negeri daripada domestik ataupun lokal.

“Kalau liburan yang seperti ini didominasi oleh hotel pariwisata di pantai, karena kalau di kota sepi dia. Karena banyak yang mengarah ke tempat wisata. Seperti Senggigi, Gili, Kuta dan juga Sembalun. Ramai di situ,” terangnya.

Sementara itu diprediksi okupansi hotel akan mengalami peningkatan pada masa high season, yakni mulai Juni hingga Desember mendatang. “Apalagi November ada WSBK juga, pasti akan ramai,” ujarnya.

Adanya penerbangan internasional rute Lombok – Kuala Lumpur juga diyakini akan meningkatkan kunjungan wisman. Mengingat, pangsa pasar industri pariwisata NTB juga mengarah pada wisman dibandingkan domestik maupun lokal.

“Prediksi kalau sudah dibuka penerbangan internasional akan naik okupansi kita. Sekarang ini hotel sudah mulai bersiap-siap menyambut wisman. Buktinya Tiga Gili sudah ramai, kemarin okupansi mereka 5 persen sekarang 50 persen,” pungkasnya. (dpi)