Omicron Masuk NTB, Ini Strategi Pemda Lombok Tengah

74

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pemda Lombok Tengah akan menggencarkan testing dan tracing menyusul adanya dua orang warga NTB yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 Omicron. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus varian baru tersebut.

“Kita melakukan tracing dan lain-lain itu kan dengan harapan kita melokalisir masyarakat yang sudah dinyatakan positif Covid-19 dengan varian Omicron ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Selasa (25/1/2022) di Praya.

Dijelaskan, upaya yang sama akan dilakukan Pemda seperti saat kasus Covid-19 di wilayah tersebut meningkat. Di satu sisi, diakuinya juga bahwa dalam waktu dekat ini akan digelar sejumlah event besar di Lombok Tengah. Antara lain tes pra musim MotoGP pada tanggal 11-13 Februari maupun tradisi Bau Nyale pada tanggal 20 sampai 21 Februari.

“Untuk tes pra musim MotoGP ini kita tidak terlalu khawatir karena sudah ada standar protokol kesehatan yang ditetapkan. Yang kita masih akan diskusikan adalah pola saat event Bau Nyale yang akan dihadiri banyak masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan vaksinasi juga terus digencarkan, baik dosis satu, dua dan juga dosis tiga (booster). Hal ini sebagai salah satu upaya untuk semakin menjaga agar masyarakat tidak terpapar Covid-19 Omicron.

Hingga 24 Januari, capaian vaksinasi Lombok Tengah untuk dosis satu sudah mencapai 91,57 persen atau 702.955. Kemudian dosis kedua sebanyak 65,66 persen atau 504.085. Sementara dosis tiga baru mencapai 0,36 persen atau 2.557.

Sedangkan capaian untuk vaksinasi anak dosis satu sebanyak 77.50 persen atau 90.174 anak dan dosis kedua 0,20 persen atau 238 orang dari sasaran sebanyak 141 ribu orang. “Yang paling penting adalah jangan abai terhadap prokes,” katanya. (irs)