Operasi Zebra Rinjani Gatarin di Lobar Jaring Banyak Pelanggar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Satuan Lalu Lintas Polres Lobar menggelar kegiatan Operasi Zebra Rinjani yang dimulai dari 26 Oktober ini, hingga 8 November mendatang. Giat ini merupakan operasi terpusat yang digelar di seluruh wilayah Indonesia.

Di hari pertama ini, jumlah yang terjaring razia penilangan oleh Satlantas Polres Lobar ada 58 kasus. Kemudian yang terjaring razia dengan diberikan teguran ada 20 kasus.

“Jenis pelanggarannya yang paling tinggi itu soal SIM ada 20 orang yang terjaring. Kemudian kedisiplinan penggunaan sabuk pengaman itu yang terjaring 15 orang dan yang tidak disiplin menggunakan helm 10 orang” beber Kasat Lantas Polres Lobar, IPTU Rita Yuliana, saat ditemui di ruangannya usai menggelar Operasi Zebra Rinjani Gatarin hari pertama, Senin (26/10/2020).

Dalam operasi ini lanjut Rita, terdapat 3 presentase, di mana 40 persen untuk preemtif, 40 persen preventif dan 20 persen represif. Dalam kegiatannya difokuskan pada tiga titik lokasi. Yakni lokasi yang rentan terjadinya kecelakaan, rawan kemacetan, serta rawan pelanggaran.

“Di masing-masing lokasi rawan tersebut memang kegiatannya berbeda-beda, disesuaikan kerawanannya” sebut Rita.

Seperti hal nya kawasan Senggigi yang dinilai rawan lakalantas karena pengaruh alkohol ataupun kecepatan. Hal tersebut lanjutnya, sesuai dengan data pelanggaran laka lantas dan laporan kemacetan yang diperolehnya. Sehingga kegiatannya berbeda, selain anggota dari Sat Lantas dan Sat Sabhara turun langsung, di sana juga akan dipasangkan baliho serta spanduk yang berisi himbauan.

Dalam operasi ini, Satlantas Polres Lobar juga memiliki inovasi dengan membentuk 3 srikandi yang terdiri dari 70 anggota dari Satlantas, Satpol PP, Dishub dan anggota pramuka yang tediri dari pelajar yang ada di Lombok Barat ini juga disesuaikan dengan giat operasi yustisi.

“Nanti patrolinya itu juga menggunakan sepeda turun ke pasar untuk memberi imbauan, brosur serta membagikan masker kepada masyarakat” papar Kasat Lantas Polres Lobar ini.

Karena Lombok Barat terkenal dengan kota santri, maka giat operasinya juga disesuaikan dengan hal tersebut. Kata Rita, selain di pasar, 3 srikandi ini pun akan melakukan operasi ke masjid-masjid yang ada di Lobar setiap hari Jum’at.

“Inovasi kami dalam operasi ini juga lebih menggunakan pendekatan tradisional karena itu akan lebih mudah diterima masyarakat” ujarnya.

Dimana dalam operasinya, para anggota yang terlibat akan menggunakan pakaian adat serta menggunakan bahasa Sasak.