Organda Prioritaskan Penyerapan Kendaraan Masyarakat Lokal untuk Dukung WSBK

Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dengan adanya wacana para penonton World Superbike (WSBK) yang datang dari Lembar menuju Mandalika akan disediakan angkutan gratis.  Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB akan berupaya agar subsidi itu dapat diprioritaskan untuk transportasi lokal.

Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum mengakui ketersediaan angkutan lokal di NTB dirasa cukup memadai. Terlebih program subsidi angkutan gratis untuk mendukung event WSBK itu bisa diprioritaskan untuk angkutan lokal. Maka dari itu menurutnya akan lebih baik karena bisa memberi dampak langsung bagi ekonomi masyarakat lokal NTB.

“Tentu kami (Organda) mendukung penuh program pemerintah, apalagi subdisi. Dari sisi armada kita sangat siap, asal subsidi itu dimaksimalkan untuk transportasi lokal” ujarnya, saat dimintai keterangan, Senin (13/09/2021).

Sehingga pihaknya berupaya, agar pemenuhan kebutuhan armada itu dapat diserap dari masyarakat NTB. Apalagi saat ini, diakuinya bahwa pihaknya telah mengumpulkan beberapa pengusaha moda transportasi dari sepuluh wilayah Kabupaten/Kota di NTB.

“Yang pasti kita upayakan harus mengoptimalkan dari masyarakat lokal NTB dulu. Kalau memang nanti ternyata tidak bisa memadai, baru kita akan gunakan yang dari luar” bebernya.

Mengenai angkutan seperti yang diminta oleh Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi NTB. Untuk kendaraan yang melayani rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan kendaraan kapasitas 45 seat saat ini dinilai cukup memadai. Begitu pun dengan kendaraan sedang yang kapasitasnya 30, serta 12 seat juga disebutnya cukup.

“Dari Dishub diminta yang 45 seat itu sejumlah 85 kendaraan, yang 30 seat itu 30 unit dan untuk yang 12 seat itu diminta siapkan 183 unit” tandasnya.

Di mana untuk memenuhi kebutuhan itu pihaknya akan mengoptimalkan penyerapan dari milik masyarakat lokal NTB.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi, saat turun langsung mengecek kondisi pelabuhan Lembar sebagai daerah penyangga yang akan menyambut para penonton WSBK yang datang melalui jalur laut. Menyebut, pergerakan masyarakat dari zona III (Kawasan Penyangga, seperti pelabuhan Lembar), kemudian menuju zona II (daerah yang mendekati) menuju zona I (KEK Mandalika), turut menjadi atensi yang masuk dalam prioritas yang harus dipersiapkan dengan matang.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktur Angkutan untuk dapat menerapkan pola dengan menggunakan skema yang disebutnya subsidi. Di mana para penumpang akan diangkut menuju Mandalika dengan angkutan yang telah disiapkan pemerintah.

“Mungkin skemanya bisa subsidi, kita bisa beri penugasan kepada Damri. Sehingga masyarakat dari sini (pelabuhan Lembar) sampai ke zona II itu tidak harus berbayar (subsidi)” papar Budi.

“Udah kita hitung tadi, gak begitu besar sih, sekitar Rp 3 miliar karena lima hari pelayanan,” imbuhnya.

Pihaknya berencana memberi penugasan kepada Damri untuk menjalankan skema tersebut. Kemudian bus atau kendaraan yang akan digunakan akan disiapkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).  Skema yang sama pun rencananya akan diterapkan selama penyelenggaraan MotoGP nanti.

“Bisa saya penugasan ke Damri, lalu kendaraannya dari Organda,” tutupnya.