Pedagang Jajanan Tradisional di Senggigi Boleh Jualan di Lapak Kuliner Mangsit

Para pedagang jajanan tradisional yang sudah mulai berjualan di lapak kuliner Mangsit. Minggu (04/04/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Camat Batulayar manfaatkan lahan milik provinsi yang ada di Dusun Mangsit, Desa Senggigi yang sejak tahun 1997 saat krisis moneter itu tidak digarap hingga kini. Kawasan yang sudah menjadi semak belukar itu berusaha dimanfaatkan pihaknya untuk menjadi lokasi yang dapat digunakan oleh para pedagang kecil yang dekat kawasan itu untuk berjualan.

Apalagi di masa serba sulit ini. Di sana juga rencananya akan digelar bazar jajanan tradisional selama Ramadan dan seterusnya akan menjadi food court bagi yang ingin mencicipi jajanan tradisional sasak.

Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara pun mengizinkan siapapun para pedagang jajanan tradisional yang ingin memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk berjualan di sana. Sembari menunggu kapan kawasan itu akan dibangun kembali oleh provinsi.

“Jadi itu adalah jalan provinsi yang semula akan jadi jalur dua, kata masyarakat itu sejak tahun 1997 saat krisis moneter ndak jadi dibangun dan sudah jadi semak belukar” tutur Afgan, Kamis (08/04/2021).

“Saya akhirnya izinkan warga untuk bangun lapak kuliner sambil menunggu itu dibangun oleh Pemda. Kalau dibangun syukur bisa jadi jalan besar. Tapi kalau ndak dibangun syukur, masyarakat bisa berjualan” imbuhnya.

Namun, dirinya tetap berpesan supaya masyarakat yang ingin berjualan di sana jangan membuat lapak permanen. Tetapi cukup menyesuaikan konsep yang ingin diusung, yakni membuat lapak yang bercirikan tradisional.

“Model lapaknya itu pakai bambu-bambu dan atapnya pakai daun kelapa, seperti tradisional di zaman kerajaan dulu” jelasnya.

Saat ini di lokasi itu sudah mulai ada dua lapak kecil dan satu lapak yang berukuran besar yang sudah dibangun dengan bergotong royong oleh masyarakat.

“Kita akan akomodir dan arahkan masyarakat setempat siapapun yang mau berjualan di sana” ujar Afgan.

Terutama untuk warga sekitar yang terkena PHK akibat pandemi yang berkepanjangan ini, termasuk juga para pelaku UMKM dapat memanfaatkan lahan itu. Karena selain untuk memeriahkan Ramadan, lapak kuliner itu pun diakui Afgan bisa jadi tetap ada untuk jangka panjang.

Dia melihat seperti Tanjung bias. Namun lapak kuliner Mangsit ini dikhususkan untuk jajanan tradisional.

“Nanti masyarakat bisa datang ke sana untuk menikmati pelecing, urap, klepon dan lain sebagainya” ucap Camat Batulayar ini.

Lapak kuliner Mangsit yang lokasinya sekitar 500 meter dari Kantor Desa Senggigi dibuka untuk beroperasi per tanggal 4 April lalu, karena untuk mempersiapkan Ramadan. Di sini, pengunjung pun bisa ngabuburit dan menikmati kuliner tradisional dengan nuansa alam.