Pedagang Suvenir di Pantai Kuta Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pedagang suvenir di pantai Kuta Mandalika curhat mengenai tipisnya pendapatan. Hal itu akibat sepinya wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Kuta sejak pandemi Covid-19 melanda.

Kalau dulu pedagang bisa mendapatkan penghasilan di atas Rp500 ribu per hari. Namun saat ini tidak sampai Rp100 ribu per hari. Bahkan, lebih sering nihil pendapatan meski berjualan dari pagi hingga sore hari.

“Kita jualan dari pagi sampai sore. Karena sepi jadi begini”,keluh seorang pedagang, Abdul Hamid, Rabu (16/12/2020).

Dia berharap pantai Kuta Mandalika segera kembali ramai seperti dulu. Dia meyakinkan kalau objek wisata tersebut aman dari Covid-19. “Dengan begitu pendapatan bisa meningkat lagi”,katanya.

Senada dengan itu, salah satu penjual kain, Sakmah mengatakan, dia tidak putus asa meski pendapatan yang diperoleh dari berjualan kain di pantai Kuta masih minim.

Setiap ada pengunjung yang datang, dia dan beberapa penjual lainnya langsung menawarkan kain jualannya kepada wisatawan. Meski lebih sering kain jualannya itu tidak terbeli.

Kain yang dijual rata-rata dibeli oleh wisatawan lokal. Karena wisatawan mancanegara sementara ini masih sepi.

“Ya mudahan-mudahan secepatnya ramai seperti dulu”,harap perempuan yang berasal dari desa Rembitan kecamatan Pujut itu.