Pelabuhan Awang Ditinggal Investor

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemkab Lombok Tengah sedang berupaya untuk mencari investor strategis baru untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang yang ada di Desa Mertak Kecamatan Pujut.

Hal itu dilakukan setelah beberapa investor yang telah berniat akan membangun sarana dan prasarana pendukung pelabuhan tersebut menghilang tak ada kabar.

“Ini memang dampak Covid-19 banyak yang hilang informasinya investor ini. Dulu banyak sekali yang sudah datang,”kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah, Muhammad Kamrin, Rabu (17/2/2021) di Praya.

Beberapa investor yang pernah melirik PPN Teluk Awang di antaranya dari Malaysia, Cina dan ada juga investor dari Jakarta.

Sementara sejumlah infrastruktur penunjang yang akan dibangun di pelabuhan internasional tersebut seperti cold storage, bengkel kapal, pabrik es dan beberapa infrastruktur pendukung yang lain.

Namun, karena investor tidak ada lagi, maka beberapa proyek tersebut tidak bisa dikerjakan. “Padahal, pengembangan di Teluk Awang sangat butuh dukungan swasta”katanya.

Menurutnya, kalau investasi di PPN Awang terwujud, maka fasilitas di pelabuhan akan semakin lengkap. Hal itu bisa menyakinkan pemerintah pusat untuk mengalihkan sebagian kapal di Benoa, Bali ke PPN Teluk Awang.

Karena di tempat itu, sudah tidak mampu lagi menampung kapal dari berbagai daerah di Indonesia. Karana kapasitas di PPN Awang mencapai 300 kapal.

Mulai dari ukuran terkecil antara 10-50 gross tone (GT), ukuran sedang 100 GT hingga terbesar 300 GT. Kapal yang datang ke PPN Awang sekarang dari Banyuwangi, Jawa Timur saja sebanyak 18 kapal.

“Tapi sekarang Informasinya ada lagi investor yang datang. Itu ada di pusat karena pelabuhan ini kementerian langsung yang tangani. Cuma action dari investor belum ada,”katanya.