Pelajar di Kota Mataram Akan Dapat Jaringan Wifi Gratis di Setiap Lingkungan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menyiapkan jaringan wifi gratis di lingkungan untuk memfasilitasi anak-anak yang tidak memiliki akses internet agar bisa mengikuti pelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring).

“Penyediaan wifi gratis di 325 lingkungan, sangat memungkinkan karena itulah hari ini Kamis (6/8) kami dari eksekutif bertemu dengan kalangan Dewan yang memiliki fungsi budgeting untuk mencari solusi,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Swandiasa di sela persiapan rapat koordinasi terkait penyediaan wifi gratis di tingkat lingkungan bersama Ketua DPRD, jajaran Komisi IV DPRD Kota Mataram, Dewan Pendidikan, Pengurus MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan serta pihak terkait lainnya.

Menurutnya, Kota Mataram sebelum pandemi COVID-19, memiliki 115 titik wifi gratis yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Sebanyak 115 titik itu berada di ruang terbuka hijau (RTH), fasilitas publik, masjid, kantor kecamatan dan di 50 kantor lurah.

Namun dengan adanya refocusing untuk penanganan COVID-19, banyak jaringan wifi yang dihentikan, seperti di fasilitas RTH, fasilitas publik dan masjid. Hal itu, sekaligus sebagai upaya menghindari terjadinya aktivitas kumpul-kumpul di tengah pandemi COVID-19.

“Saat ini, fasilitas wifi yang masih dimanfaatkan hanya di 50 kantor lurah dan 6 kantor camat,” katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap dengan koordinasi yang sedang dilakukan, bisa menghidupkan kembali jaringan wifi gratis di titik-titik tersebut termasuk untuk penambahan di tingkat lingkungan.

“Tujuannya, agar anak-anak didik kita yang tidak memiliki kuota internet bisa memanfaatkan wifi gratis dan mengikuti pelajaran secara daring,” katanya.

Di samping itu, tambahnya, jika terjadi keterbatasan anggaran maka solusi sementara bisa dilakukan dengan mengoptimalkan wifi yang ada di kantor lurah dan kantor camat untuk siswa di lingkungan sekitar yang saat ini masih aktif. (Ant)