Pelaku Usaha Hiburan Malam Keluhkan Razia yang Dinilai Terlalu Sering

Razia masker yang dilakukan tim penegak Perda, beberapa waktu yang lalu di salah satu tempat hiburan malam di Senggigi. (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Gencarnya operasi penertiban masker yang dilakukan Tim Penegakan Perda Pencegahan Penyakit Manular Covid-19 di tempat hiburan malam di kawasan Senggigi. Ini ternyata dikeluhkan oleh pelaku usaha.

Pasalnya, razia yang terlalu sering juga disinyalir membuat risih para pengunjung. Sehingga ini turut juga mempengaruhi angka kunjungan mereka ke tempat hiburan.

“Ke depannya mungkin jadwal untuk razia itu perlu diatur, jangan setiap minggu karena mereka kan banyak mencari hiburan di malam Minggu” kata GM Cafe Star Senggigi, Lalu Indarmaya saat dihubungi melalui telepon, Senin kemarin (12/10/2020).

Karena momen malam minggu tersebut yang saat ini dimanfaatkan oleh tempat hiburan malam untuk menarik kembali para pelanggannya.

“Walaupun ini hanya razia masker (protokol covid), tapi sangat mengganggu aktivitas kita di operasional” bebernya.

Karena razia tersebut, biasanya dilakukan oleh tim gabungan. Dan dalam operasinya, kata Indramaya, banyak pihak yang mengambil gambar (dokumentasi) selama operasi.

“Customer kan tidak suka dan malu diambil fotonya dan diekspose di media” katanya.

Karena dirinya mengaku bahwa pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut, bahkan menjadi protap (protokol tetap). Mulai dari menyediakan cuci tangan, pengecekan suhu badan, setiap ruangan disediakan hand sanitizer.

Ia juga mengakui bahwa razia ini memang sebagai salah satu upaya untuk memastikan para pelaku usaha tetap menerapkan protokol tersebut di tempat hiburan yang dikelolanya.

“Kita sih tetap konsisten untuk melakukan penerapan protokol covid ini setelah mulai beroperasi kembali” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pol PP Lobar melalui Kabid Operasional, I KetutĀ  Rauh, menyebut bahwa pihaknya akan mengatur kembali penjadwalan untuk razia masker di lokasi hiburan malam.

“Nanti kita akan tindaklanjuti dan atur kembali jadwalnya. Mungkin kita bisa mengganti strategi” katanya saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon.

Ia mengingatkan supaya para pengusaha hiburan malam tetap menjaga kedisiplinan penerapan protokol covid-19 ini. Begitupun dengan menindak tegas pengunjung yang masih tidak mematuhi.

“Di pintu masuk supaya lebih diperketat, kalau ada pengunjung yang datang tidak memakai masker ya suruh balik aja. Begitupun dengan pegawainya” tegas Ketut.