Pelaut Ini Dirumahkan Akibat Pandemi, Kini Sukses Usaha Isi Ulang Air Galon

Lombok Barat (Inside Lombok) – Husnu, pria paruh baya asal kuripan yang berusia 52 Tahun ini dulunya menjadi pelaut yang bertugas di salah satu kapal penyeberangan Lembar-Padangbai. Ia di rumahkan sejak setahun lalu saat pandemi mulai merebak di seluruh penjuru nusantara. Ia pun kini banting setir dan beralih pekerjaan membuka usaha depot isi ulang air galon.

Di mana awalnya usaha yang digelutinya itu nyaris tidak ada yang pesan. Namun, berkat kegigihannya, kini isi uang air galon miliknya pun ramai dipesan hingga 150 galon perharinya. Bahkan ia kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi empat orang karyawannya.

“Awalnya saya kerja di kapal, tapi karena korona ini saya jadi di rumahkan sudah setahun ini,” bebernya, saat ditemui disela-sela kegiatannya melayani pelanggan.

Di awal situasi membingungkan saat dirinya baru di rumahkan, ia mengaku saat itu kebingungan memikirkan apa yang bisa ia kerjakan. Hingga akhirnya jatuh pada usaha untuk isi ulang air galon.

“Usaha ini berarti sudah berjalan setahun sejak saya di rumahkan” imbuhnya.

Husnu pun menyebut dirinya kini beralih dari air laut ke air tawar, alias usaha isi ulang air galon yang mulai dinikmatinya. Usaha ini pun disyukurinya karena semakin berkembang dan penghasilannya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia dan keluarga. Bahkan dirinya pun tidak segan untuk mengantarkan ke masing-masing rumah para pelanggannya.

“Awalnya dulu saya jualan keliling sendiri, tapi Alhamdulillah akhirnya sekarang ada yang gabung empat orang untuk bantu jualan” tuturnya.

Saat ini pun usahanya itu semakin banyak pelanggan. Karena dirinya mengakui, pesanan isi ulang galon miliknya perhari berkisar antara 100 hingga 200 galon.

“Sekarang yang ngampas juga bertambah, intinya di masa pandemi ini sangat membantu perekonomian keluarga saya” ucap Husnu.

Berkat kondisi ini pun ia bersyukur karena pada pekerjaan awalnya ketika bekerja di kapal ia jarang bertemu keluarga. Namun saat ini dia justru bisa setiap hari bersama keluarga. Ia bahkan mengaku lebih nyaman dengan pekerjaannya saat ini.

“Saya sekarang lebih nyaman, yang tadinya hidup di rantau jauh dari keluarga, sekarang dekat dengan anak dan istri, bisa lebih bermasyarakat” ucapnya syukur.

“Dulu saya profesinya sebagai pelaut, sekarang saya bekerja sebagai pengantar air,” kata Husnu sembari tertawa.

Pria 52 tahun ini pun berhasil membuktikan, dengan kegigihannya ia bisa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dari yang awalnya orang tidak percaya dengan depot isi ulang miliknya hingga kini ia berhasil memiki ratusan pelanggan yang percaya.

“Dari ndak ada yang percaya, sampai sekarang sehari ada 150 yang isi ulang. Semoga bisa berkembang terus, saya akan jaga kualitas isi ulang air ini dan bila perlu saya bisa tetap antarkan sampai ke rumah-rumah,” tutup Husnu.