Pelibatan Perempuan Dianggap Penting Tekan Angka Stunting

72
Kepala DP3AKB Lotim, Asrul Sani saat ditemui beberapa waktu lalu, di Selong, Sabtu (07/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur dorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa melalui program sekolah perempuan. Hal tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya masalah stunting.

Kepala DP3AKB Lotim, Asrul Sani mengatakan, dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan wilayah, pihaknya menjadikan sejumlah kawasan di Lombok Timur agar mempunyai program sekolah perempuan.

“Dengan melibatkan perempuan dalam proses pembangunan perempuan di desa, mampu terlibat aktif dalam menyampaikan aspirasinya, sehingga perempuan tidak hanya menjadi obyek pembangunan saja,” ujarnya, Sabtu (07/11).

Namun, lanjut Asrul, selain pelibatan perempuan dalam pembangunan desa, sekolah perempuan di Lombok Timur juga diprioritaskan untuk kawasan yang memiliki jumlah stunting di Lombok Timur. Hal tersebut untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan peran perempuan dalam peningkatan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Peningkatan kesejahteraan keluarga ditargetkan bisa menekan masalah gizi seperti stunting. Sementara itu, keterlibatan desa untuk membangun program sekolah perempuan hingga saat ini masih terkendala akibat jumlah tersebut SDM yang terbatas untuk mengikuti program sekolah tersebut.

“Kita masih kewalahan pada SDM yang akan mengikuti program ini, untuk itu kita teru gencarkan sosialisasi,” ungkapnya.

Asrul berharap dengan adanya sejumlah sekolah perempuan yang telah terbentuk di beberapa desa nantinya dapat dimaksimalkan dengan baik, khususnya kegiatan kesejahteraan keluarga dan masalah stunting.