Pembangunan Infrastruktur Penunjang MotoGP Dikebut

52
Pembangunan Infrastruktur Penunjang MotoGP bakal dikebut selama sembilan bulan, Kamis (22/10/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pembangunan infrastruktur penunjang event MotoGP bakal dikebut selama sembilan bulan sebelum waktu penyelenggaraan balap dunia tersebut pada bulan Oktober 2021.

“Waktunya kan tidak banyak ini. Tidak ada setahun lagi. Sehingga kita ingin pastikan persiapan menuju hari H itu bisa terlaksana dengan baik”, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi, Rustam Efendi, Kamis (22/10/2020) usai rakor percepatan pembangunan KEK Mandalika di Praya.

Sejumlah pembangunan infrastruktur yang dikebut, di antaranya adalah pembangunan rumah sakit internasional yang merupakan syarat terselenggaranya event MotoGP.

Kemudian perpanjangan runway Bandara Lombok, jalan, pembangunan sirkuit MotoGP yang akan segera diaspal serta pembangunan akomodasi, baik itu hotel maupun homestay.

Seluruh infrastruktur penunjang ini ditarget tuntas pada bulan Juli 2021. “Dari hasil presentasi tadi tuntas Juli. Kita harapkan begitu”, ujarnya.

Menurutnya, persiapan infrastruktur penunjang ini sangat penting dan sangat mendesak. Karena pemerintah tidak punya waktu banyak untuk merealisasikannya. Sehingga semua siap saat pelaksanaan MotoGP.

Dia menerangkan, penyelenggaraan MotoGP 2021 adalah momentum yang sangat penting untuk mengenalkan pariwisata Indonesia kepada dunia.

“Kita tau MotoGP itu sudah menjadi brand internasional”,katanya.

Terakhir penyelanggaraan MotoGP di Indonesia dilakukan di Sentul beberapa tahun lalu dan sudah lama vakum. Sehingga penyelanggaraan MotoGP di KEK Mandalika di tahun 2021 harus disambut dengan sebaik-baiknya.