Pembangunan Jembatan Sumbawa-Lombok Akan Untungkan Sumbawa Barat dan Lombok Timur

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Ridwan Syah (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Wacana pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang diinisiasi Pemda Kabupaten Sumbawa dinilai tidak hanya menguntungkan bagi wilayah Sumbawa Barat saja, melainkan akan mempengaruhi wilayah Lombok Timur juga. Pengaruh tersebut baik dari segi ekonomi maupun infrastruktur.

Hal itu disampaikan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Ridwan Syah, Jumat (14/06/2019) saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB. Menurut Ridwan, Pemprov NTB sendiri tengah menyiapkan studi kelayakan senilai Rp5 miliar yang akan diberikan pada tahun 2020 mendatang.

Ridwan menyebutkan bahwa jembatan tersebut akan memberikan kemudahan yang luar biasa bagi Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Timur, dimana waktu tempuh perjalanan yang biasanya mencapai sekitar 2 jam melalui jalur laut akan dapat ditempuh hanya dalam waktu 20 menit dengan berkendara.

“Orang mungkin bisa bekerja di smelter dan turunannya dengan jembatan yang hanya 16 Km (itu) ditempuh dalam waktu 15 menit. Lombok Timur dan sekitarnya bisa juga bekerja di Sumbawa Barat,” ujar Ridwan.

Walaupun begitu, Ridwan menerangkan bahwa pembangunan jembatan tersebut juga masih perlu mempertimbangkan kajian-kajian secara ekonomi. Mengingat besaran investasi yang akan disuntikkan pada pembangunan jembatan tersebut.

“Mungkin secara teknis bisa saja, tidak ada yang tidak mungkin. Tapi secara ekonomi layak tidak? Karena itu investasi besar,” ujar Ridwan.

Hitungan sementara yang dilaporkan oleh konsultan melalui Asisten II Kabupaten Sumbawa Barat sendiri pembangunan jembatan sepanjan 16.5 Km tersebut memiliki beberapa alternatif konstruksi, dengan rata-rata biaya pembangunan senilai Rp850 miliar sampai Rp1 triliun per kilometer.

“Artinya totalnya minimal Rp16.5 triliun. Itu baru pada konstruksinya, belum aksesoris-aksesorisnya. Totalnya sekitar Rp20 triliun (termasuk fasilitas pendukung, Red),” ujar Ridwan.

Ridwan sendiri menerangkan bahwa perhitungan sementara jangka waktu balik-modal pembangunan jembatan tersebut adalah 20 tahun. Selain menilik kelayakan ekonomis, jembatan tersebut juga perlu menilik kelayakan terkait kelestarian lingkungan. Selain itu, melihat siapa pihak yang akan membiayai pembangunan tersebut juga penting untuk dilakukan.

“Pertanyaan pentingnya adalah pihak yang akan membiayai dana sebesar itu. Bisa saja itu dibiayai swasta murni,” pungkas Ridwan.