Pembangunan Lapak Kuliner Loang Baloq Mengalami Keterlambatan

97
Sejumlah pekerja sedang beraktivitas menyelesaikan pembangunan lapak kuliner di objek wisata Pantai Loang Baloq Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram Multazam mengatakan proyek pembangunan lapak kuliner di objek wisata Loang Baloq terindikasi mengalami keterlambatan pekerjaan atau deviasi sekitar 5 hingga 15 persen.

“Sampai awal November ini, pekerjaan proyek ini belum sampai 50 persen sehingga proyek ini diprediksi deviasi 5-15 persen,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya bersama tim pengawas lainnya turun melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), ke sejumlah lokasi pengerjaan proyek fisik tahun 2020, salah satunya lapak kuliner Loang Baloq yang dikerjakan dengan pagu anggaran Rp1.663 miliar lebih, dengan batas kontrak 6 Desember 2020.

“Monev bertujuan mengetahui kemajuan pengerjaan proyek, untuk menghindari deviasi sehingga dibutuhkan penekanan guna mempercepat pengerjaan. Ini sudah menuju penghujung waktu, karena itu kita ingatkan lebih dini kepada semua pelaksana proyek yang mendapat amanah,” katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya mendorong agar pelaksana proyek lapak kuliner Loang Baloq dapat melakukan percepatan agar bisa selesai sesuai kontrak. Selain itu, faktor cuaca juga perlu dipertimbangkan.

“Kita berharap, pihak kontraktor bisa memaksimalkan tenaganya, termasuk untuk pengadaan material yang dibutuhkan, serta peralatannya. Jangan sampai hal ini menjadi kendala di lapangan,” katanya.

Selain itu, para pengawas dan konsultan pengerjaan juga didorong untuk bekerja maksimal, bila perlu ditegur dan ditindaklanjuti administrasinya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi yang dikonfirmasi, membenarkan adanya deviasi untuk pengerjaan lapak kuliner Loang Baloq.

“Deviasi ini dipengaruhi oleh pengerjaan bagian atap lapak dan dalam sepekan ini tukang yang masuk berkurang,” katanya.

Denny mengakui, pada pekan lalu menerima laporan bahwa progres lapak kuliner Loang Baloq melampaui target dari 30 persen, realisasi 35 persen.

“Tetapi ternyata pekan ini kondisi menurun sehingga mengalami deviasi. Kendalanya pada bagian atap. Tetapi setelah tim monev balik, banyak tukang besi yang datang dan sepertinya akan dikebut oleh pelaksana,” katanya.

Oleh karena itu, walaupun mengalami deviasi, pihaknya tetap optimis pembangunan lapak kuliner Loang Baloq bisa rampung sesuai kontrak.

“Kita harapkan, pelaksana menambah pekerja dan menerapkan lembur. Kalau atapnya sudah naik, bisa mendongkrak persentase pekerjaan,” katanya. (Ant)