Pemberangkatan Umrah Resmi Dibuka untuk Jamaah Indonesia

Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) -Wakil Menteri Agama RI, KH. Zainut Tauhid Sa’adi memastikan Pemerintah Arab Saudi telah resmi membuka pintu umrah bagi jamaah Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan menindaklanjuti hal tersebut dengan membahas teknis pelaksanaan pemberangkatan jamaah bersama Pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah informasi dari Ibu Menteri Luar Negeri kemarin menyampaikan sudah ada sinyal positif bahwa umrah untuk jamaah haji dari Indonesia sudah dibuka,” ujar Zainut Tauhid saat berkunjung ke Kantor Kemenag Lombok Tengah, Senin (11/10) sore.

Selain itu, Menteri Agama (Menag) dalam waktu dekat juga akan berkunjung ke Arab Saudi untuk melakukan lobi dan menindaklanjuti hal tersebut. Adapun untuk kuota jamaah umroh yang disiapkan, sampai saat ini belum ditentukan dan akan menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Kendati demikian ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon jamaah untuk berangkat umrah. Antara lain wajib vaksinasi Covid-19, dengan ketentuan penerima vaksin AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Johnson & Johnson diizinkan langsung masuk ke Saudi tanpa karantina. Mengingat keempat jenis vaksin tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Saudi.

Sedangkan untuk penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm diharuskan mendapatkan vaksin booster dengan empat merek yang disetujui itu. Apabila tidak, maka diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari setelah kedatangan.

Selain itu tes PCR juga masih menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi jamaah. Di mana tes tersebut dilakukan maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, disinggung mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021, diakuinya sampai saat ini belum ada kepastian. Diharapkan pandemi COVID-19 bisa segera berakhir sehingga calon jamaah haji yang sudah menunggu keberangkatan ke Tanah Suci bisa segera berangkat.

“Kalau persiapan sudah kita lakukan, baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti mulai dari administrasi, penyiapan berkas CJH susah selesai, pemondokan, konsumsi juga sudah selesai,” ujarnya.