Pemda Diminta Serius Antisipasi Dampak Abrasi di Akses Jalur Wisata Sekotong

Tampak akses jalan di kawasan Sekotong Barat ini terdampak abrasi. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah baik Kabupaten Lombok Barat maupun provinsi diminta serius dalam mengantisipasi dan menangani akses jalan yang rawan abrasi di kawasan lokasi wisata di Sekotong-Lembar.

Pemda dirasa perlu melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap akses jalan di kawasan wisata, terutama yang berada di pinggir pantai. Terutama mencari solusi untuk melakukan penanganan yang tepat guna mencegah dampak abrasi tersebut.

Anggota komisi II DPRD Lobar, Abu Bakar menyebut akses jalan yang sudah terdampak abrasi pantai ada di daerah Sekotong Barat. Bahkan dampaknya nyaris mengenai badan jalan. Jika tak segera ditangani, maka akses jalan itu bisa saja terputus akibat abrasi.

“Ini jalan harus ditangani secara serius dari dampak abrasi, karena rawan. Kalau tidak ditangani maka bisa habis” ujarnya, saat ditemui di ruang fraksinya, Senin (11/01/2021).

Menurutnya, pengkajian penanganan abrasi ini juga pru dilakukan di daerah lainnya di Lobar, seperti Gerung, Labuapi hingga Senggigi. Bahkan ia menyebut yang tergerus dan nyaris hilang akibat abrasi tidak hanya jalan.

“Tapi ini pulau yang ada di wilayah  Sekotong juga hilang karena dampak iklim ini. Jadi ini perlu dikaji serius, seperti apa langkah penanganannya” saran dia.

“Mungkin perlu dibangun pemecah ombak di titik-titik yang rawan itu” harap politisi yang akrab disapa Loezawa ini.

Ketua Pokdarwis Sekotong Barat Sahnil mengatakan hal serupa. Bahwa dampak dari abrasi nyaris mengenai jalan di daerah Batu Leoang Desa Sekotong Barat.

“Jalan itu nyaris terkena abrasi, kalau itu putus maka akses ke obyek wisata dan hotel di sekotong akan putus. Tamu tidak bisa lewat” sebutnya.

Terlebih lagi, lokasi hotel yang sebagian besarnya berada di wilayah sana, harus melalui akses jalan tersebut. Terkait penanganan, dia mengaku bahwa sejauh ini pihak Pemprov sudah turun melakukan penanganan, namun seadanya. Sehingga pihaknya berharap agar persoalan tersebut dapat ditangani permanen.