Pemda Loteng Tak Punya Anggaran untuk Persiapan Tenaga Kerja Mandalika

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Peluang kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terbuka lebar. Ada puluhan ribu tenaga kerja yang bisa terserap di kawasan strategis nasional tersebut.

Di satu sisi, keterlibatan pemerintah daerah untuk memfasilitasi calon tenaga kerja yang akan ditempatkan di KEK Mandalika masih minim.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, Raden Mulyantoro, Jumat (29/1/2021) mengatakan, persiapan untuk pelatihan tenaga kerja asal Lombok Tengah yang akan terserap di KEK Mandalika sudah mulai dirintis oleh Pemda.

Namun, pandemi Covid-19 membuat program pelatihan tersendat karena anggaran pelatihan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Terbentur Covid-19, jadi terbatas. Anggaran di Disnakertrans ini tidak ada sekarang. Di tahun ini juga masih fokus untuk anggaran vaksinasi, jadi tidak ada pelatihan yang didanai APBD,”ujar Raden.

Lebih lanjut, kata Raden, Disnakertrans juga sudah merencanakan pembangunan hotel mini di BLK yang ada di Praya. Pembangunan hotel mini itu sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat di bidang perhotelan.

Desain dan juga lahan untuk pembangunan hotel tersebut juga sudah tuntas. Tapi lagi-lagi tidak bisa terealisasi karena pandemi Covid-19.

“Ini karena keterbatasan anggaran. Jadi tahun ini pun hotel mini itu tidak bisa terealisasi,”ujarnya.

Padahal, banyak hotel sedang dibangun di KEK Mandalika yang siap untuk menyambut tenaga kerja lokal.

Pemerintah daerah sementara ini hanya mengandalkan lembaga Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas yang diprakarsai oleh lembaga non pemerintah di wilayah Lombok Tengah.

“Karena BLK komunitas ini dapat bantuan dari APBN. Sarana prasarana dan pembiayaannya dari APBN. Untuk saat ini hanya pelatihan yang didanai APBN yang kita andalkan,”ujarnya.

Menurutnya, harus ada lembaga yang kompeten untuk pelatihan keterampilan bagi calon tenaga kerja agar bisa bersaing dengan calon tenaga kerja dari luar.

Sehingga keberadaan BLK komunitas ini dianggap sebagai terobosan. “Untuk BLK komunitas ini rata-rata sudah pelatihan tiga sampai empat angkatan. Masing-masing angkatan ada 16 peserta,”ujarnya.

Sejauh ini ada 11 BLK komunitas yang ada di 11 kecamatan di Lombok Tengah. Pelatihan yang diberikan di BLK komunitas tergantung kebutuhan masyarakat, baik itu pelatihan komputer hingga bahasa asing.

“BLK komunitas ini keterwakilan semua kecamatan sudah ada. Di semua kecamatan ada,”katanya.