Pemda Loteng Tunggu Bagian 15 Persen Keuntungan Tiket WSBK

Aktivitas saat event WSBK beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pemda Lombok Tengah (Loteng) masih menunggu bagian 15 persen dari hasil penjualan tiket event World Superbike (WSBK) yang telah sukses digelar di Sirkuit Mandalika pekan lalu. Bagian 15 persen tersebut sampai sekarang belum masuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Loteng.

“Belum masuk (bagian 15 persen). Itu yang kita tunggu. Kemarin Kabid saya sudah ke sana (menemui ITDC) cuma katanya dia masih rekap (hasil penjualan tiket),” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Loteng, Jalaludin, Jumat (26/11/2021) di Praya.

Selain itu, pihaknya belum bisa memastikan berapa nilai yang akan diterima dari angka 15 persen tersebut. Karena tidak mengetahui berapa total hasil dari penjualan tiket selama event WSBK berlangsung.

“Karena itu tidak bisa kita kontrol, penjualannya melalui online kemarin,” imbuhnya.

Selain bagian 15 persen dari penjualan tiket, Pemda Loteng juga mendapatkan pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, serta pajak restoran dan hotel 15 persen. Namun, angka itu juga belum masuk ke kas Pemda karena event WSBK baru selesai beberapa hari lalu.

Adapun untuk capaian realisasi PAD Loteng secara keseluruhan sampai 29 Oktober 2021 sebesar 56,20 persen. Tepatnya Rp130,7 miliar dari target tahun ini sebesar Rp232,6 miliar.

Melihat capaian realisasi tersebut, diakui bahwa untuk mencapai realisasi 100 persen cukup berat meskipun akan ada tambahan dari event WSBK. “Ini kan baru posisi 56 persen. Data yang November dalam dua tiga hari ini akan dirilis. Kalau masuk lagi pajak parkir, pajak hiburan, dan kegiatan WSBK bisa bertambah lagi. Tapi belum bisa saya sampaikan. Kita tunggu laporan ITDC,” tandas Jalaludin. (irs)