Pemda Lotim Tingkatkan Produktivitas Pertanian Melalui BPP

Wabup Lotim, H Rumaksi (kanan) saat menerima kunjungan Kementerian Pertanian, Rabu (21/10/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun usaha itu tampaknya belum maksimal. Untuk itu, Pemda Lotim akan tingkatkan produktivitas pertanian melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi saat menerima kunjungan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) di Kantor Bupati, Rabu (21/10) menyampaikan, bahwa salah satu persoalan kurangnya produktivitas pertanian di Lotim yaitu kurangnya sarana dan juga kurangnya jumlah penyuluh pertanian yang memberikan perhatian kepada pertanian.

“Kita masih kekurangan jumlah penyuluh pertanian dan juga sarananya,” ucapnya.

Wabup mengaku bahwa Pemda Lotim sudah berupaya optimal dalam peningkatan produktivitas pertanian yang merupakan sektor penting di Lotim, mengingat sebagian besar penduduk Lotim merupakan petani.

“Akan tetapi keterbatasan kita menyebabkan upaya tersebut belum maksimal,” ucapnya.

Beranjak dari hal tersebut, Pemda Lotim membuat BPP untuk memberikan pelayanan penyuluhan pertanian guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan, kementerian telah berupaya mengakomodasi kebutuhan penyuluh pertanian yang di hampir semua daerah mengalami kekurangan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Rencana, setiap tahun akan ada penambahan 2850 penyuluh hingga lima tahun ke depan.

“Penambahan penyuluh dapat dilakukan di daerah penyelenggara food estate, termasuk di Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.

Kunjungan tersebut merupakan langkah kerja sama membangun SDM pertanian di Lombok Timur, melalui pemberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh pertanian, dan petani.

Dedi membeberkan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) tingkat kecamatan. Di mana dalam program tersebut yang diberdayakan adalah sarana prasarananya, termasuk sarana IT yang dilengkapi internet.

“Upaya ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian sesuai potensi daerah,” tutupnya.