Pemdes Kediri Diminta Buat Awik-awik Larangan Peredaran Narkotika

Lombok Barat (Inside Lombok) – Camat Kediri mendorong desa membentuk awik-awik untuk menyelamatkan anak muda di kawasan yang terkenal dengan julukan Kediri kota Santri ini dari maraknya peredaran narkotika. Terlebih di awal tahun 2021 ini, tiga pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Lobar berasal dari Kediri.

“Persoalan banyaknya anak-anak muda yang terjerat narkotika, kita dari pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan beberapa kepala desa” ungkap Camat Kediri, Hermansyah, Kamis (04/02/2021).

Koordinasi itu guna untuk melakukan pengawasan secara melekat, dengan melibatkan unsur-unsur dari yang paling bawah. Mulai dari Kepala Dusun (Kadus) hingga tokoh masyarakat.

“Bahkan kita mendorong desa-desa itu untuk membuat awik-awik terkait upaya pencegahan peredaran narkoba ini” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) kecamatan Kediri. Ini untuk membuat jaringan hingga ke desa dan dusun untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika. Terutama untuk anak muda dan para orang tua.

“Dan jika ada masyarakat atau anak muda yang sudah terkena, akan kita arahkan untuk melakukan rehabilitasi” tandasnya.

Kapolsek Kediri AKP Arjuna Wijaya, menyebut bahwa pihaknya siap untuk membackup apabila Satres Narkoba melakukan pengungkapan kasus di Kediri. Termasuk, kata dia, pihak dari Bhabinkamtibmas telah melakukan upaya maksimal untuk mencegah maraknya peredaran narkotika yang sudah mengkhawatirkan di kawasan itu.

“Kalau ada yang tertangkap, itu bukan berarti kami tidak melakukan penindakan. Kami sudah melakukan pencegahan secara maksimal” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa kepolisian akan menindaklanjuti kebijakan dari pihak Camat untuk membuat awik-awik dan membackup pengawasan dan penindakan di kawasan itu.