Pemdes Senteluk Razia Gabungan Bersama TNI-Polri Tertibkan Indekos

Kepala Desa Senteluk, saat meminta kartu identitas salah satu penghuni kos-kosan. Kamis (21/01/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Desa Senteluk bersama TNI-Polri lakukan razia terhadap indekos yang ada di kawasan Senteluk, Batulayar. Dari sembilan titik kos yang disasar, terdapat sekitar 39 orang yang ditertibkan.

Kades Senteluk dan pihak terkait pun terpaksa melakukan memanjat pagar untuk bisa menemui para penghuni kos yang sebagian besar tidak kooperatif terhadap kedatangan petugas. Bahkan ada yang dengan sengaja tidak mau membuka pintu. Kades mencoba melihat mereka yang ada di dalam kamar melalui ventilasi di atas pintu.

“Ini giat rutin kita melakukan penertiban untuk menekan penularan covid dan menjaga keamanan serta ketertiban, berkaitan dengan kependudukan mereka” kata Kades Senteluk, Fuad Abdurrahman, usai melakukan razia, Kamis (21/01/2021).

Sekitar 39 orang penghuni kosan tersebut terpaksa didata di kantor desa. Lantaran ada yang tidak memiliki keterangan domisili, tidak punya KTP, serta oknum yang belum terikat pernikahan (tidak punya buku nikah).

“Itu beragam, ada yang dari dalam daerah ada juga yang dari luar daerah, seperti Jawa Barat” bebernya.

Pihaknya pun memberi imbauan dan pengarahan kepada para penghuni kosan yang dikumpulkan di Aula kantor desa tersebut, supaya mengikuti peraturan yang diberlakukan pemerintah desa.

“Kaitannya dengan hal-hal mengenai pasangan yang tidak ada surat nikahnya, kita lanjutkan dengan minta pembinaan ke Polsek dan kecamatan” tuturnya.

Para penghuni kosan yang ditertibkan itu pun, diminta untuk mengurus cek kesehatan ke Puskesmas setempat untuk kemudian akan dikeluarkan  surat domisilinya oleh pihak desa Senteluk.

“Itu nanti tergantung, kalau mereka tidak bisa dikeluarkan surat kesehatannya, kita tidak akan berikan izin tinggal” tandasnya.