Pemerintah Pusat Kucurkan 15 Miliar untuk Penanganan Jalan di Mataram

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram kembali menerima kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat 2022 mendatang. Salah satunya adalah DAK yang dikelola Dinas PUPR, sebesar Rp15 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan DAK yang diperoleh tahun depan diperuntukkan untuk pemeliharan dan peningkatan jalan sebesar Rp10 miliar, dan pengerjaan sanitasi sebesar Rp5 miliar. “Kita dapat Rp15 miliar tahun depan,” katanya.

Diterangkan, jalan yang akan ditangani tahun depan sudah ditentukan yaitu Jalan Baiturrahman dan pemeliharaan jalan menuju Dasan Sari yang saat ini mengalami kerusakan. “Kalau di Dasan Sari nanti panjangnya sampai jembatan. Itu untuk pemeliharaan jalan di Dasan Sari. Kalau di Jalan Baiturrahman, Karang Pule itu untuk peningkatan jalan namanya,’’ katanya.

Disebutkan Miftah, DAK 2022 yang diterima khusus untuk jalan meningkat dibandingkan tahun ini. “DAK untuk jalan 2021 dengan besaran Rp8 miliar, kalau sekarang Rp10 miliar,’’ imbuhnya.

Ia membandingkan, sebelum Covid-19 DAK untuk pengerjaan jalan yang diterima cukup besar. Di 2019 lalu, Kota Mataram menerima Rp18 miliar DAK untuk pengerjaan jalan. Kemudian berkurang drastis setelah Covid-19 menyerang. ‘’Sekarang jadi Rp10 miliar. Ya sudah mulai ada peningkatan,’’ jelasnya.

Sama halnya dengan pengerjaan sanitasi. Di 2021, Kota Mataram menerima DAK sebesar Rp1,4 miliar. Tahun depan meningkat menjadi Rp5 miliar. “Jadi memang ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,’’ ungkapnya.

Untuk pengerjaan sanitasi nantinya dikerjakan berbasis masyarakat. Yakni Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM). “Nanti itu secara padat karya. Direncanakan oleh masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan dipelihara oleh masyarakat juga,’’ terangnya.

Miftah mengatakan, banyak ruas jalan di Kota Mataram yang masih perlu pemeliharaan. Namun saat ini akan dikerjakan yang lebih prioritas dan disetujui oleh pemerintah pusat. “Ini sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada. Sistemnya kan kita pengusulan pakai sistem dan itu sudah masuk berbagai kriteria. Ini disesuaikan dengan anggaran. Data kita sudah masuk semua. Jadi yang dua itu dikerjakan dari DAK tahun depan,’’ pungkasnya. (azm)