Pemkab Lombok Barat Siapkan Rp45 Miliar Untuk Revitalisasi Senggigi

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk merevitalisasi kawasan wisata Senggigi yang merupakan ikon pariwisata NTB.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat, I Made Arthadana, di Lombok Barat, Kamis mengatakan, anggaran puluhan miliar tersebut dialokasikan untuk membenahi jalan koridor utama sepanjang 13 kilometer lebih dan pembenahan destinasi wisata.

“Saat ini sudah masuk persiapan tender. Bila tidak ada hambatan, bulan Mei sudah bisa memulai pekerjaan fisik,” katanya.

Menurut dia, kegiatan penataan terbagi menjadi tiga tema di seluruh kawasan wisata tersebut. Untuk tema satu adalah kawasan kuliner sepanjang 3,2 kilometer yang dimulai dari gerbang masuk perbatasan Kota Mataram sampai ke kawasan sebelum makam Batulayar.

Anggaran untuk tema satu tersebut diperkirakan menelan biaya Rp2,3 miliar untuk empat titik berupa pintu gerbang, rest area, trotoar dengan banyak “signing edge”.

Tema berikutnya, kata Made, adalah tema religi. Ini terkait dengan adanya makam Batulayar dan pura Batu Bolong yang menjadi potret pluralisme dan toleransi di Kabupaten Lombok Barat.

Pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, yang akan menjadi subjek teknis pembangunan dua destinasi tersebut.

“Untuk koridor jalan di tema religi tersebut, kami menyiapkan Rp1,2 miliar dengan dua sub tema, yaitu Islamic Theme dan Hindu Theme. Ada tiga spot di tema tersebut, berupa signing edge, Batu Bolong Landmark, dan Batu Layar,” ujarnya.

Tema terakhir, kata Made, adalah tema pantai yang dimulai dari kawasan Alberto sampai dengan perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara.

“Di kawasan sepanjang 6,5 kilometer, kami menyiapkan ‘signing edge’ di setiap 250 meter dan gapura perbatasan. Tapi untuk tema ini, baru sampai tahap perencanaan saja,” ucapnya pula.

Ia mengatakan seluruh pekerjaan tersebut di koridor utama dan yang menjadi pengelola teknisnya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat.

Ditambah lagi dengan penataan jalan masuk menuju pantai Senggigi yang nilai proyeknya mencapai Rp2,6 miliar, kawasan inti pantai Senggigi yang membutuhkan biaya sebesar Rp11,4 miliar, dan gapura perbatasan senilai Rp2,5 miliar.

Untuk pembiayaan, kata Made, bersumber dari APBD yang meliputi dana alokasi umum sebesar Rp23 miliar yang merupakan kebijakan prioritas, dan dari pinjaman daerah sebesar Rp2,6 miliar.

Sisanya sebesar Rp20 miliar dari pinjaman daerah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, untuk merevitalisaai objek vital destinasi seperti makam Batu Layar, kawasan Batu Bolong, Alberto, Sheraton, Pasifik, dan kawasan Kerandangan.

“Sesuai arahan pimpinan, kami sangat serius membangun Senggigi. Di samping fisik, kita sedang membahas untuk pengelolaannya melalui ‘destination management organization’. Kami ingin pengelolaan Senggigi ini lebih efektif, cepat, dan lebih memudahkan pelayanan ke para pelaku dan wisatawan,” ujar Made. (Ant)