Pemkot Mataram Buka TPS Darurat Atasi Kebakaran TPA

Tempat pembuangan sementara (TPS) darurat di Kebon Talo yang dibuka Pemerintah Kota Mataram sebagai solusi jangka pendek menangani sampah akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat  mulai hari ini (Rabu,16/10) membuka tempat pembuangan sementara (TPS) untuk mengatasi dan menghindari penumpukan sampah akibat kebakaran di areal Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

“TPS darurat, hari ini kami buka di kawasan Kebon Talo yang merupakan lahan untuk rencana relokasi Pasar Kebon Roek, dengan luas lahan sekitar 50 are,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Rabu.

Irwan yang baru saja kembali melakukan pemantauan di kawasan TPS darurat di Kebon Talo mengatakan, dengan beroperasionalnya TPS darurat ini maka semua sampah-sampah yang tidak terangkut baik di depo maupun TPS lainnya segera diangkut secara bertahap ke TPS darurat.

“Kita akan kerjakan secara bertahap, karena ini pekerjaan tiga hari tidak mungkin selesai dalam waktu sehari. Jadi harus bertahap,” katanya.

Dikatakan, untuk mengoptimalkan operasional di TPS darurat telah disiagakan dua alat berat berupa eskapator dan loader. Pasalnya, sampah-sampah yang datang akan langsung ditimbun.

Pembukaan TPS darurat itu, lanjutnya, sekaligus untuk memberikan kepastian dan menormalkan kembali pelayanan masyarakat sehingga berbagai sampah yang dihasilkan bisa tertangani setiap hari.

“Tapi perlu diingat, TPS darurat merupakan solusi jangka pendek. Begitu TPAR kembali dibuka dan beroperasional, TPS darurat kita tutup,” katanya.

Kebakaran TPAR Kebon Kongok terjadi sejak Minggu (13/10) siang, sempat berhasil di padamkan pada malam hari. Tetapi Senin siang (14/10), kebakaran areal TPA kembali terjadi.

Akibatnya ratusan ton sampah yang sudah ada di atas truk dan berada di depo sampah, serta TPS tidak kemarin bisa dibuang ke TPAR.

Menurutnya, kebakaran di areal TPAR salah satunya dipicu karena banyaknya sampah yang belum diratakan. Semestinya, begitu sampah datang langsung diratakan. (Ant)